Wednesday, February 23, 2011

Mukjizat Muhammad III

Rabu, 20 Rabiulawal 1432H: Berikut adalah siri terakhir , sambungan daripada mukjizat Nabi Muhammad S.a.w yang tidak terbilang banyaknya.

Menyembuhkan
  1. Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
  2. Menyembuhkan mata Qatadah tergantung di pipinya yang terluka pada Perang Uhud, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
  3. Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa.
  4. Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam Perang Khaibar.
  5. Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Hira (dalam kisah lain dikatakan Gua Tsur) dari pengejaran penduduk Mekah.
  6. Menyembuhkan luka bakar ditubuh anak kecil yang bernama Muhammad bin Hathib dengan ludahnya.
  7. Menyembuhkan luka bakar Amar bin Yasir yang telah dibakar oleh orang-orang kafir.
  8. Menyembuhkan anak yang bisu sejak lahir, sehingga bisa berbicara.
  9. Menyembuhkan mata ayah Fudayk yang putih semua dan buta.
  10. Air seni Muhammad pernah terminum oleh pembantunya yang bernama Ummu Aiman, sehingga menyembuhkan sakit perut pembantunya.
  11. Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
  12. Menyembuhkan penyakit kusta isteri Mu'adz bin Afra' dengan tongkatnya.
  13. Menyambung tangan orang Badui yang putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri sehabis menampar Muhammad.
  14. Menyembuhkan putri raja yg cacat tanpa tangan & kaki.
  15. Mengeluarkan susu dan menyembuhkan penyakit pada domba milik Ummu Ma'bad.

Menghidupkan orang mati

  1. Menghidupkan anak perempuan yang telah mati lama dikuburannya.

Hal ghaib dan ru'yah

  1. Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya.
  2. Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi.
  3. Melihat dibalik punggungnya seperti melihat dari depan.
  4. Melihat dan mendengar apa yang ada dilangit dan bumi.
  5. Mengetahui isi hati sahabat dan lawannya.
  6. Mengetahui yang terjadi di dalam kubur.
  7. Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.
  8. Meramalkan seorang isterinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad
  9. Meramalkan isterinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.
  10. Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi "bapak para khalifah" yang terbukti pada keturunah Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun.
  11. Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.
  12. Mengetahui nasib cucu-cucunya dikemudian hari, seperti nasib Hasan yang akan bermusuhan dengan Mua'wiyyah bin Abu Sufyan beserta keturunannya. Nasib Husain yang akan dibantai tentara Yazid, anak lelaki Mua'wiyyah disebuah Padang Karbala.
  13. Mengetahui akan adanya Piagam Pemboikotan oleh tokoh-tokoh Quraisy

Mukjizat terbesar

  1. Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu Mi'raj dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha, untuk menerima perintah salat dalam waktu tidak sampai satu malam.
  2. Menerima firman Tuhan melalui wahyu yang kemudian dijadikan satu bundel dengan nama Al-Qur'an.

Mengalami fisik terluka dan sakit

Dari kesemua mukjizat yang dimilikinya, ia pernah mengalami sakit seperti halnya manusia pada umumnya. Keadaan-keadaan yang dialami fisik Muhammad seperti terluka karena pukulan, sabetan pedang bahkan rasa sakit akibat demam sama seperti apa yang sering dialami oleh fisik manusia biasa.

Dalam sejarah Islam, beberapa kali Muhammad terluka dan mengalami kesakitan akibat peperangan dengan musuhnya, di antaranya ketika terjadinya Perang Uhud, dalam kondisi yang sangat kritis itu, 'Utbah bin Abi Waqqash melempar Muhammad dengan batu sehingga ia terjatuh, mengakibatkan gigi seri bawah kanan terkena dan juga melukai bibir bawahnya.

Kemudian Abdullah bin Syihab Al Zuhry tiba-tiba mendekati Muhammad dan memukul hingga keningnya terluka, tidak hanya itu saja datang pula Abdullah bin Qami'ah seorang penunggang kuda mengayunkan pedang ke bahu Muhammad dengan pukulan yang keras, pukulan pedang itu tidak sampai menembus dan merusak baju besi yang ia kenakan.

Lalu kembali Abdullah bin Syihab Al Zuhry memukul di bagian tulang pipi Muhammad hingga ada dua keping lingkaran rantai topi besi yang terlepas menembus pipi Muhammad dan akibat pukulan pedang itu ia mengalami kesakitan selama sebulan.

Peristiwa lain yang dialami oleh Muhammad, bahwa ia-pun mengalami sakit demam, bahkan menurut hadits dikisahkan demamnya lebih parah, melebihi demam yang dialami dua orang dewasa. Sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud.

Apa yang dialami oleh Muhammad seperti yang dikisahkan diatas, menunjukkan bahwa ia juga mengalami keadaan yang sama seperti manusia pada umumnya, sesuai dengan fitrah sebagai manusia biasa.

Tuesday, February 22, 2011

Mukjizat Muhammad II

Selasa, 19 Rabiulawal 1432H:-AlamAbu Sa'ad an-Nisaburi menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Kitabu Syarafil Musthafa, bahwa kekhususan Muhammad berjumlah enam puluh. Sebagian ulama menyebutkan bahwa Nabi saw. telah dianugerahi tiga ribu mukjizat dan kekhususan. Sedangkan didalam Al-Quran itu sendiri terdapat sekitar enam puluh ribu mukjizat.

Fenomena
  • Menghentikan gempa yang terjadi di Mekkah dan Madinah, dengan cara menghentakkan kakinya dan memerintahkan bukit supaya tenang.
  • Menurunkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami musim kemarau.
  • Berbicara dengan gunung untuk mengeluarkan air bagi Uqa'il bin Abi Thalib yang kehausan.
  • Menahan matahari tenggelam.
  • Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.
  • Bumi menelan seorang Quraisy yang hendak membunuh Muhammad dan Abu Bakar pada saat hijrah.

Makanan dan minuman

  • Paha kambing yang telah diracuni berbicara kepada Muhammad setelah terjadi Perang Khaibar.
  • Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.
  • Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.
  • Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
  • Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
  • Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.
  • Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.
  • Ikan al Anbar menjadi hidangan bagi 300 pasukan Muhammad.
  • Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad.
  • Air memancar dari sela-sela jari.Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.
  • Wadah yang selalu penuh dengan air, walau sudah dituangkan hingga habis
  • Mengeluarkan air dari sumur yang ada ditengah gurun pasir, ketika Khalid bin walid pada saat itu masih menjadi musuhnya
  • Mengeluarkan mata air baru untuk pamannya Abu Thalib yang sedang kehausan.
  • Semangkuk susu yang bisa dibagi-bagikan kepada beberapa orang-orang Shuffah, Abu Hurayrah dan Muhammad
  • Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit orang Urainah.

Bayi, hewan, tumbuhan dan benda mati

  • Seorang bayi berumur satu hari bersaksi atas kerasulan Muhammad.
  • Bayi berumur 2 tahun memberi salam kepada Muhammad.
  • Persaksian seekor srigala, biawakdan kadal terhadap kerasulan Muhammad.
  • Seekor kijang berbicara kepada Muhammad.
  • Berbicara dengan beberapa ekor unta.
  • Unta besar yang melindungi Muhammad dari kejahatan Abu Jahal.
  • Seekor burung mengadu kepada Muhammad tentang kehilangan anaknya.
  • Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.
  • Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.
  • Sebuah tandan kurma yang bercahaya diberikan kepada Qatadah bin Nu'man sebagai obor penerang jalannya pulang
  • Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang dusun (Arab Badui).
  • Memerintahkan pohon untuk menjadi penghalang ketika Muhammad hendak buang hajat pada suatu perjalanan.
  • Batang kayu yang kering menjadi hijau kembali ditangannya.
  • Permadani yang besaksi atas kerasulan Muhammad atas permintaan Malik bin as-Sayf.
  • Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.
  • Batu, pohon dan gunung memberi salam kepada Muhammad.
  • Batu kerikil bertasbih ditelapak tangan Muhammad.
  • Memanggil batu agar menyeberangi sungai dan mengapung, menuju kearah Muhammad dan Ikrimah bin Abu Jahal.
  • Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad.
  • Memberinya sebatang kayu yang berubah menjadi pedang kepada Ukasyah bin Mihsan, ketika pedangnya telah patah dalam sebuah pertempuran.
  • Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
  • Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di Gunung Abi Qubaisy.
  • Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.
  • Secara tiba-tiba ada sarang laba-laba, dua ekor burung yang sedang mengeramkan telur dan cabang-cabang pohon yang terkulai menutupi mulut gua di Gunung Thur, sewaktu Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang Quraisy.

Monday, February 21, 2011

Mukjizat Muhammad I

Isnin, 18 Rabiulawal 1432H:- Mukjizat Muhammad (Arab:معجزات محمد) adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi'raj dalam tidak sampai satu hari.

Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.”

Menurut syariat Islam, tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Nabi saw. secara persis sama atau bahkan lebih hebat. Seperti Sulayman yang sanggup berbicara kepada hewan, Isa yang dapat mengetahui rahasia hati umatnya dan seterusnya.

Berikut adalah mukjizat-mikjizat yang diperolehnya ketika Muhammad telah menerima wahyu ketika ia berusia 40 tahun. Abu Sa'ad an-Nisaburi menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Kitabu Syarafil Musthafa, bahwa kekhususan Muhammad berjumlah enam puluh. Sebagian ulama menyebutkan bahwa Nabi saw. telah dianugerahi tiga ribu mukjizat dan kekhususan. Sedangkan didalam Al-Quran itu sendiri terdapat sekitar enam puluh ribu mukjizat. .

Fisik

  1. Dapat melihat dengan jelas dalam keadaan gelap.
  2. Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.
  3. Dua Sahabat Muhammad dibimbing oleh dua cahaya, setelah bertemunya.
  4. Peluh yang keluar dari tubuh Muhammad memiliki bau harum, jika Muhammad berjabat tangan dengan seseorang maka aroma harum itu akan membekas selama beberapa hari ditangan orang tersebut.
  5. Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin 'Utsman pada Perang Hunain.
  6. Muhammad yang sanggup menghancurkan batu besar dengan tiga kali pukulan, dikala menjelang Perang Khandaq, padahal pada saat itu Muhammad belum makan selama 3 hari.
  7. Muhammad sanggup merubuhkan Rukanah al-Mutthalibi bin Abdu Yazid, seorang pendekar pegulat kekar Kota Mekkah, hanya dengan dorongan saja.

Do'a

  1. Mendo'akan kedua mantan menantunya (Uthbah dan Uthaibah) dimakan binatang buas, setelah mereka berkata kasar kepada Muhammad.
  2. Mendoakan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
  3. Mendoakan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak
  4. Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian doa tersebut dikabulkan.
  5. Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.

Kharisma dan kewibawaan

  1. Tatapan mata membuat Umar bin Al-Khaththab dan Abu Jahm lari terbirit-birit, ketika mereka berencana untuk membunuh Muhammad pada malam hari.
  2. Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.
  3. Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
  4. Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya oleh Muhammad menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang, menidurkan dan mengalahkan musuh

  1. Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan
  2. Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka'bah dengan Abu Bakar.
  3. Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang salat.
  4. Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.
  5. Keluarnya beliau melalui orang-orang yang menunggunya di pintu rumahnya untuk membunuhnya.
  6. Melemparkan segenggam tanah ke arah musuh sehingga mereka dapat dikalahkan pada Perang Hunain.

Thursday, February 17, 2011

Nabi Muhammad SAW - Kelahiran dan Keajiban

Khamis, 14, Rabiulawal 1432H : "Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta.Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahawa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam.

Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan sahaja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan. Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas. Irhas bermaksud satu perkara luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada bakal nabi. Irhas dikategorikan kepada tiga:

1. Irhas yang dinyatakan di dalam kitab yang tidak boleh diubah atau dipinda.

2. Alamat-alamat kerasulan yang dibuktikan melalui perkhabaran daripada orang alim melalui ilham dan sebagainya.

3. Kejadian luar biasa yang berlaku semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini kerana masih banyak lagi rahsia yang belum tersingkap. Oleh itu penulis terpanggil untuk menyingkap kembali peristiwa di sebalik kelahiran baginda Junjungan Besar s.a.w.

Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Pertama, semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bondanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil.

Kehamilannya disedari melalui perkhabaran malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia.

Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi.

Tanah-tanah di persekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga haiwan-haiwan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, Rasulullah dilahirkan di tahun Gajah bersamaan 20 April 571 M. Pada tahun itu tentera bergajah dari Afrika dibawah pimpinan Abrahah datang untuk meruntuhkan kaabah. Peperangan tentera bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. Ia diketuai oleh tentera bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi.

Pada hari yang telah takdirkan oleh Allah, Abrahah mengarahkan tentera bergajahnya ke arah Kaabah untuk merobohkan Kaabah. Maha Besar Tuhan, dengan kuasa Allah Rabbul kaabah, gajah tidak mahu bergerak walaupun dipukul, bila digerakkan ke arah lain dia mahu bergerak, bila dihalakan ke arah kaabah gajah tak mahu bergerak. Ketika itu juga kelihatan awan hitam dilangit, bila kehitaman hitam itu makin dekat rupanya sekumpulan burung burung Ababil setiap seekor burung bawa tiga biji batu kecil. Bila tentera Abrahah tiba burung burung ini melepaskan batu batu kecil ini kepada tentera Abrahah. Maha Besar Tuhan yang maha Gagah, bila batu batu kecil ini mengenai tentera Abrahah mulalah daging-daging mereka berguguran dan menjadi cair. Ramai tentera Abrahah yang mati, bila Abrahah melihat hal itu dia lari menyelamatkan diri tapi batu sudah mengenai badanya. Akhirnya Abrahah dan semua tenteranya semuanya mati tanpa terkecuali. Allah telah menceritakan pada kita umat akhir zaman cerita ini dalam Al Quran, surah Al-Fill.

Setelah peristiwa itu Abdul Mutallib tawaf mengelilingi kaabah sebagai tanda syukur. Kemudian berita kelahiran Nabi SAW pula sampai kepada Abdul Mutalib, bertambah gembira lagi Abdul Mutalib. Ketika itu Abdul Mutalib sudah menyebut bahawa anak ini akan mempunyai satu masa depan yang besar. Kerana terlalu gembira Abdul Mutalib terus membawa Rasulullah (yang masih bayi kemerahan lagi) ke dalam Kaabah sambil bersyukur kepada Allah dan melakukan tawaf.

Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa.

Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata `Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.''

Semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi darjatnya daripada Nabi Isa dan Musa.

Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.

Suasana di rumah Abdul mutalib ketika siti Aminah mahu melahirkan anak sulungnya itu hanya di terangi oleh cahaya pelita atau damar sahaja. Tetapi sebaik saja Nabi di lahirkan tiba tiba rumah menjadi terang benderang seperti di suluh oleh lampu electik yang dapat kita lihat pada zaman sekarang.Sehinga rumah itu keadaannya menjadi seperti siang hari.

Semasa baginda dilahirkan, bondanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat.

Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan.

Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan dua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian bondanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan ``Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik''.

Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah. Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua makhluk.

Peristiwa yang aneh dan pelik ini dapat di saksikan oleh ibu Abdul Rahman bin Auf. Nabi Muhammad Ketika di ahirkan tidak menanggis seperti anak anak yang lain dan tidak pernah terjadi di dalam peradaban manusia. Tapi baginda cuma bersin dan inilah yang anihnya.Sama lah yang terjadi kepada bapa kita Nabi Adam as ketiak Allah memasukan roh ke dalam badannya.setelah hidup dan bernafas, tiba tiba beliau bersin.

Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerosakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, ``Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, ``telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.''

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda -tanda keruntuhan kerajaan tersebut.

Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah. Setelah baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahawa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat. Dalam riwayat yang sahih dan masyhur, ketika baginda diasuh oleh ibu susunya iaitu Halimatus Sa'diah, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau.

Begitu juga binatang ternakan seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak. Selain itu, Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat termasuk juga pakaian baginda.

Halimah dan suaminya juga beberapa kali melihat tompokan awan kecil di atas kepala melindungi baginda daripada panas matahari.

Ketika berusia empat tahun, sedang baginda bermain-main dengan saudara susuannya, tiba-tiba datang malaikat mendekati baginda iaitu malaikat Jibril dan Mikail.Lalu membelah dada baginda dan mengeluar kan segumpal darah dan mencuci gumpalan darah itu dengan salji. Ada yang meriwayatkan bahawa gumpalan darah itu dicuci di dalam bejana emas dengan air zam-zam, lalu diletakkan semula di tempatnya. hal ini jelas diterangkan dalam surah Insyirah ayat 1 : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?

Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda adalah khatamun nubuwwah, penutup segala nabi.

Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kepada kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekali gus sebagai bukti kerasulannya.

Di samping itu, bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir"

Dari manakan nama Muhammad diperolehi, Abdul Mutalib pernah satu ketika bermusafir ke Syam dengan 3 orang sahabatnya. Mereka bertemu dengan paderi Yahudi di Syam. Rahib ini bercerita kepada mereka bahawa di Mekah akan lahir seorang Nabi, namanya Muhammad. Selepas itu keempat empat orang ini bila pulang, masing masing berazam untuk menamakan anak mereka Muhammad. Dari sinilah Abdul Mutalib menamakan cucu lelaki dari anak kesayangannya Muhammad. Sedangkan sebelum itu orang orang Arab tidak ada yang bernama Muhammad

Wednesday, February 16, 2011

Nabi Muhammad - Kerasulan

Rabu, 13 Rabiulawal 1432H:- Muhammad telah dilahirkan di tengah-tengah masyarakat jahiliyah. Ia sungguh menyedihkan hatinya sehingga beliau kerapkali ke Gua Hira, sebuah gua bukit dekat Makkah, yang kemudian dikenali sebgai Jabal An Nur untuk memikirkan cara untuk mengatasi gejala yang dihadapi masyarakatnya. Di sinilah baginda sering berfikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kedurjanaan yang kian berleluasa.

Pada suatu malam, ketika baginda sedang bertafakur di Gua Hira Malaikat Jibril mendatangi Muhammad. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Baginda diminta membaca. Baginda menjawab, "Saya tidak tahu membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta Muhammad untuk membaca tetapi jawapan baginda tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Amat Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu baginda berusia 40 tahun. Wahyu itu turun kepada baginda dari semasa ke semasa dalam jangka masa 23 tahun. Siri wahyu ini telah diturunkan menurut panduan yang diberikan Rasulullah dan dikumpulkan dalam buku bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran (bacaan).

Kebanyakkan ayat-ayatnya mempunyai erti yang jelas. Sebahagiannya diterjemah dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebahagiannya pula diterjemah oleh Rasulullah sendiri melalui percakapannya, tindakan dan persetujuan yang terkenal, dengan nama Sunnah. Al-Quran dan al Sunnah digabungkan bersama untuk menjadi panduan dan cara hidup mereka yang menyerahkan diri kepada Allah.

Perjuangan dakwah Rasulullah yang boleh diringkaskan sebagai berikut:

1) Marhalah Tasqif - tahap pembinaan dan pengkaderan untuk melahirkan individu-individu yang menyakini pemikiran (fikrah) dan metod (thariqah) parti politik guna membentuk kerangka gerakan.

2) Marhalah Tafa’ul ma’al Ummah - tahap berinteraksi dengan umat agar umat turut sama memikul kewajiban dakwah Islam, sehingga umat akan menjadikan Islam sebagai masalah utama dalam hidupnya serta berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

3) Marhalah Istilamil Hukmi - tahap pengambilalihan kekuasaan, dan penerapan Islam secara utuh serta menyeluruh, lalu mengembangkannya sebagai risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Tuesday, February 15, 2011

Rasulullah

Selasa, 12 Rabiulawal 1432H:- Isnin. 12 Rabiulawal di tahun Gajah maka lahirlah insan penuh sejarah di tanah suci Kota Mekah. Muhammad nama diberi, kelahiran membawa rahmat ke atas sekelian alam.

Rasulullah

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau rasul mulia

Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al Quran

Rasulullah kami ummatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamalsunnah mu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kami dicaci dihina
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela

Album : Secercah Pewarna
Munsyid : The Zikr
http://liriknasyid.com

Monday, February 14, 2011

Salasilah keturunan Nabi Muhammad SAW

Isnin, 11 Rabiulawal 1431H, Nabi Muhammad SAW ,merupakan Nabi dan Rasul yang terakhir diutuskan oleh Allah SWT bagi menjadi model terulung untuk seluruh alam serta kedatangannya juga adalah untuk "Menyempurnakan Akhlak" (Makarrimal Akhlak) manusia. Nabi Muhammad SAW merupakan keturunan kepada Nabi Allah Ismail dan Nabi Allah Ibrahim. Berikut merupakan kronologi salasilah keturunan yang merupakan atuk moyang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW:

Nabi Muhammad s.a.w. (Muhammad bin Abdullah) - Abdullah bin Abdul Mutallib - Abdul Mutallib bin Hashim - Hashim bin Abdul Manaf - Abdul Manaf bin Qusai - Qusai bin Kilab - Kilab bin Murrah - Murrah bin Kaab - Kaab bin Luay - Luay bin Ghalib - Ghalib bin Fahr - Fahr bin Malik - Malik bin An-Nadr - An-Nadr bin Kinanah - Kinanah bin Khuzaimah - Khuzaimah bin Mudrikah - Mudrikah bin Elyas - Elyas bin Mudar - Mudar bin Nizar - Nizar bin Ma'ad - Ma'ad bin Adnan - Adnan bin Add (diriwayatkan merupakan Pemerintah Pertama bagi kota suci Makkah)(lahir tahun 122 SM) - Add bin Humaisi - Humaisi bin Salaman - Salaman bin Aws - Aws bin Buz - Buz bin Qamwal - Qamwal bin Obai - Obai bin Awwam - Awwam bin Nashid - Nashid bin Haza - Haza bin Bildas - Bildas bin Yadlaf - Yadlaf bin Tabikh - Tabikh bin Jahim - Jahim bin Nahish - Nahish bin Makhi - Makhi bin Ayd - Ayd bin Abqar - Abqar bin Ubayd - Ubayd bin Ad-Daa - Ad-Daa bin Hamdan - Hamdan bin Sanbir -Sanbir bin YathRabi - YathRabi bin Yahzin - Yahzin bin Yalhan - Yalhan bin Arami - Arami bin Ayd - Ayd bin Deshan - Deshan bin Aisar/Aizar - Aisar bin Afnad - Afnad bin Aiham - Aiham bin Muksar - Muksar bin Nahith - Nahith bin Zarih - Zarih bin Sani - Sani bin Wazzi - Wazzi bin Adwa' - Adwa' bin Aram -Aram bin Haidir - Haidir bin Ismail (anak Nabi Allah Ismail) (dipanggil Kedar dalam Injil Kristian) - Ismail bin Ibrahim (Ishmael bin Abraham) (Nabi Ismail a.s.) - Ibrahim bin Azar (Nabi Ibrahim a.s.)

Nota tambahan: Periwayatan tentang salasilah keturunan Nabi Muhammad SAW adalah mengikut maklumat yang diperolehi dari hadis-hadis, ahli Ilmuan Islam, pakar-pakar Sejarawan. Nama betul mereka berdasarkan ejaan dalam bahasa Arab, Bahasa Aram ataupun Bahasa Ibrani.

Bapa dan ibu saudara Nabi Muhammad:
Al-Harith bin Abdul Muthalib ,Muqawwam bin Abdul Muthalib , Zubair bin Abdul Muthalib, Hamzah bin Abdul Muthalib, Al-Abbas bin Abdul Muthalib, Abu Thalib bin Abdul Muthalib, Abu Lahab bin Abdul Muthalib, Abdul Kaabah bin Abdul Muthalib, Hijl bin Abdul Muthalib, Dzirar bin Abdul Muthalib, Ghaidaq bin Abdul Muthalib, Safiyah binti Abdul Muthalib, 'Atikah binti Abdul Muthalib, Arwa binti Abdul Muthalib, Umaimah binti Abdul Muthalib, Barrah binti Abdul Muthalib, Ummi Hakim al-Bidha binti Abdul Muthalib,

Friday, February 11, 2011

Nabi Muhammad SAW & Isteri-isteri

Jumaat; 8 Rabiulawal 1432H;- Nabi Muhammad SAW , ketika berusia kira-kira 25 tahun, ayah saudara baginda Abu Talib menyarankan baginda untuk bekerja dengan kafilah (rombongan perniagaan) yang dimiliki oleh seorang janda yang bernama Khadijah.

Baginda diterima bekerja dan bertanggungjawab terhadap pelayaran ke Syam (Syria). Baginda mengelolakan urusniaga itu dengan penuh bijaksana dan pulang dengan keuntungan luar biasa.
Khadijah begitu tertarik dengan kejujuran dan watak peribadinya yang mendorong beliau untuk menawarkan diri untuk mengahwini baginda.

Baginda menerima lamarannya dan perkahwinan mereka adalah bahagia. Hasil perkahwinan baginda bersama Khadijah, dikurniakan 6 orang anak (2 lelaki dan 4 perempuan) tetapi kedua-dua anak lelaki mereka, Qasim dan Abdullah meninggal semasa kecil.

Manakala anak perempuan baginda ialah Ruqayyah, Zainab, Ummu Kalsum dan Fatimah az-Zahra. Sebelum berkahwin dengan baginda, beliau pernah menjadi isteri kepada Atiq bin Abid dan Abi Halah bin Malik dan telah mempunyai empat anak, dua dengan suaminya yang bernama Atiq, iaitu Abdullah dan Jariyah, dan dua dengan suaminya Abu Halah iaitu Hindun dan Zainab.

Banyak kisah memaparkan bahawa sewaktu Nabi Muhammad s.a.w.bernikah dengan Khadijah, umur Khadijah berusia 40 tahun sedangkan nabi Muhammad s.a.w. hanya berumur 25 tahun. Tetapi menurut Ibnu Kathir, seorang tokoh dalam bidang tafsir, hadis dan sejarah, mereka berkahwin dalam usia yang sebaya.

Nabi Muhammad s.a.w. bersama dengannya sebagai suami isteri selama 25 tahun iaitu 15 tahun sebelum bithah dan 10 tahun selepasnya iaitu sehingga wafatnya Khadijah, kira-kira 3 tahun sebelum hijrah. Khadijah wafat semasa beliau berusia 50 tahun. Beliau merupakan isteri nabi Muhammad s.a.w. yang tidak pernah dimadukan kerana kesemua isterinya yang dimadukan adalah berlaku selepas daripada wafatnya Khadijah. Mas kahwin daripada nabi Muhammad s.a.w.sebanyak 20 bakrah dan upacara perkahwinan diadakan oleh ayahnya Khuwailid. Riwayat lain menyatakan, upacara itu dilakukan oleh saudaranya Amr bin Khuwailid

Seorang lagi anak baginda adalah hasil perkahwinan baginda dengan Mariah Al-Qibtiyyah. Putera baginda bersama Mariah bernama Ibrahim itu juga meninggal semasa kecil.

Nabi Muhammad SAW pernah berkahwin dengan 13 orang perempuan lain selepas perkahiwanan baginda dengan Khadijah. Sebelas daripadanya pernah bersama dengan Baginda sebagai suami isteri, manakala dua daripadanya diceraikan sebelum mereka bersama. Isteri-isteri baginda ialah :

1.Khadijah bt. Khuwailid al-Asadiyah r.a
2.Saudah bt. Zam'ah al-Amiriyah al Quraisiyah r.a
3.Aisyah bt. Abi Bakr r.a
4.Hafsah bt. Umar bin al-Khattab r.a
5.Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah r.a
6.Ummu Habibah Ramlah bt. Abi sufian r.a
7.Juwairiyah ( Barrah ) bt. Harith
8.Safiyah bt. Huyay
9.Zainab bt. Jansyin
10.Raihanah bt. Zaid bin Amrin
11.Maimunah bt. Al-Harith
12.Zainab bt. Khuzaimah
13.Maria al-Qibtiyyah (Maria The Copt)

Thursday, February 10, 2011

Nabi Muhammad SAW - Kelahiran

Khamis, 7 Rabiulawal 1432H:- Junjungan besar Nabi Muhammad SAW telah dilahirkan di Makkah, pada hari Isnin, 12 Rabiulawal (20 April 571M).

Ibu baginda, iaitu Aminah binti Wahb, adalah anak perempuan kepada Wahb bin Abdul Manaf dari keluarga Zahrah.

Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, ialah anak kepada Abdul Muthalib. Keturunannya bersusur galur dari Nabi Ismail, anak kepada Nabi Ibrahim kira-kira dalam keturunan keempat puluh.

Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran baginda. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim.

Menurut tradisi keluarga atasan Mekah, baginda telah dipelihara oleh seorang ibu angkat(ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah di kampung halamannya di pergunungan selama lebih kurang empat tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Makkah untuk mengunjungi ibunya. Ketika bersama dengan Ibu susuannya dada Rasulullah SAW telah dibelah, dari Anas bin Malik r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:”Aku dibawa orang (Jibril a.s) ke telaga zamzam; di sana dadaku dibelah kemudian dibersihkan dengan air zamzam, sesudah itu aku dihantarkannya kembali ke tempatku semula.” (HR Muslim)

Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh datuknya, Abdul Muthalib. Apabila datuknya meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekah dan kerap menemani bapa saudaranya dalam urusan perdagangan ke Syam (Syria).

Sejak kecil, baginda tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah terlibat dengan kehidupan sosial arab jahiliyyah yang merosakkan dan penuh kekufuran.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (Arab: نبي محمد صلى الله عليه وسلم‎) adalah pesuruh Allah yang terakhir. Baginda adalah pembawa rahmat untuk seluruh alam dan merupakan Rasulullah bagi seluruh umat di dunia.

Sesungguhnya Nabi Muhammad merupakan satu anugerah dan kurniaan Allah SWT kepada umat manusia untuk menunjukkan jalan yang lurus dan benar. Baginda bukan sahaja diangkat sebagai seorang rasul tetapi juga sebagai khalifah, yang mengetuai angkatan tentera Islam, membawa perubahan kepada umat manusia, mengajarkan tentang erti persaudaraan, akhlak dan erti kehidupan yang segalanya hanya kerana Allah SWT.

Walaupun diketahui bahawa Muhammad merupakan rasul dan nabi terakhir bagi umat manusia oleh orang Islam, tetapi orang-orang Yahudi dan Kristian enggan mengiktiraf Muhammad sebagai nabi dan rasul. Nabi Muhammad merupakan pelengkap ajaran Islam setelah Nabi Musa dan Nabi Isa.

Surah Al-Anbiya, ayat 107 bermaksud: "Dan tidak kami (Allah) utuskan kamu (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam."

Wednesday, February 9, 2011

Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Rabu, 8 Rabiulawal 1432H :- Rasulullah s.a.w bersabda: " Demi Tuhan yang diri Muhammad dalam kekuasaan-Nya! Tidak ada seseorang pun dari umat manusia ini sama ada Yahudi atau Nasrani yang mendengar akan perihalku ( menjadi utusan Allah ) kemudian ia mati sedang ia tidak beriman dengan ( agama Islam ) yang aku diutuskan membawanya melainkan menjadilah ia dari ahli neraka." ( HR Abu Hurairah r.a )

Rasulullah s.a.w bersabda: " Aku dikurniakan beberapa keistimewaan yang tidak pernah diberikan perkara-perkara itu kepada seseorang pun dari Nabi-nabi yang terdahulu daripadaku….; dan biasanya seseorang Nabi itu diutuskan kepada kaumnya sahaja, sedang aku diutuskan kepada umat manusia seluruhnya." Dan pada satu riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah ( Baginda s.a.w bersabda ): "…..sedang aku diutuskan kepada sekalian makhluk."( HR Jabir bin Abdullah r.a)

Keterangan Hadis:

1. Semua manusia wajib beriman Kepada Nabi Muhammad SAW dan agama Islam.

2. Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir. Tiada lagi Nabi selepas kewafatan beliau.

3. Sesiapa yang tidak mengikut agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW maka ia akan menjadi kafir dan akan tergolong sebagai ahli neraka.

4. Nabi Muhammad SAW diberi keistemewaan oleh Allah SWT iaitu menjadi Nabi kepada semua umat manusia dan jin tidak seperti Nabi-nabi sebelumnya.

Tuesday, February 8, 2011

Beradab Ketika Minum

Selasa, 5 Rabiulawal 1432H ;-Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:”Jangan kamu minum sekaligus seperti binatang ternakan minum, tetapi minumlah dua kali atau tiga kali, membaca bismillah bila mula minum dan membaca alhamdulillah sesudah selesai.” (HR At-Tirmidzi)

Keterangan Hadis:

1. Islam mementingkan adab dan sopan dalam segala perkara termasuklah makan dan minum.

2. Ketika makan kita ditegah daripada gelojoh begitu juga ketika minum hendaklah minum dengan perlahan dan jangan bernafas dalam bekas minuman serta dilarang juga minum sambil berdiri. Semua ini kerana mengambilkira faktor kesihatan dan kebersihan disamping dapat mencerminkan tatatertib yang sopan bagi seorang Islam.

3. Mengecap rezeki yang dimakan atau diminum sebaik-baiknya ialah dengan membaca bismillah sebagai memuji Allah S.W.T yang mengurniakan rezeki dan mengucapkan alhamdulillah sebagai mensyukuri nikmat yang telah diberikan itu

Monday, January 31, 2011

Bisikan Malaikat & Bisikan Syaitan

Isnin, 26 Safar 1432H: - Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya syaitan ada baginya bisikan ke hati anak Adam, dan Malaikat juga ada bisikannya; ada pun bisikan syaitan itu ialah galakannya supaya seseorang melakukan kejahatan dan mendustakan kebenaran, dan bisikan Malaikat pula ialah galakannya supaya seseorang mengamalkan kebaikan dan meyakini kebenaranya; oleh itu sesiapa yang terasa bisikan yang baik, maka hendaklah ia mengetahui bahawa perkara itu dari Allah, serta hendaklah ia bersyukur kepada Allah, dan sesiapa yang terasa bisikan yang satu lagi maka hendaklah ia meminta perlindungan Allah dari angkara syaitan." ( HR Ibn Mas'ud r.a )

Keterangan Hadis :

i) Setiap manusia mempunyai lintasan hati yang berlainan kerana berlainan sebabnya.

ii) Satu daripada jenis lintasan itu adalah lintasan yang dibawa oleh malaikat yang bertugas memancarkan ke dalam hati manusia perasaan suka berbuat kebajikan dan menerima kebenaran;

iii) Sementara satu lagi lintasan adalah lintasan syaitan iaitu lintasan untuk melakukan kejahatan, kesesatan dan menolak kebenaran. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:”Syaitan akan menghantar tentera-tenteranya untuk memfitnah manusia, manusia yang lebih tinggi kedudukan akan mendapat fitnah syaitan yang lebih hebat. Syaitan akan datang kepada seseorang kamu dan berkata:”Siapakah yang telah menjadikan kejadian ini? Siapakah yang telah menjadikan kejadian ini ? Sehingga syaitan akan berkata:” Siapakah yang telah menjadikan Tuhan kamu?” Apabila perkara ini berlaku kepada kamu maka mintalah perlindungan dengan Allah daripada syaitan yang direjam.”( HR Riwayat Bukhari Dan Muslim )

iv) Bisikan dan fitnah syaitan akan mendatangi sesiapa sahaja. Hanya iman yang teguh dan mantap sahaja dapat menangkisnya. Oleh itu sebagai pendindingnya kita hendaklah sentiasa membiasakan diri dengan berzikir dan beristighfar agar hati tidak mudah lalai dan terpesong kepada perkara yang mendatangkan dosa dan maksiat

v) Lintasan malaikat ini dinamakan sebagai “ilham” dan lintasan jahat syaitan itu sebenarnya adalah “was-was” di mana kita diperintahkan memohon perlindungan Allah daripadanya sebagaimana yang dimaksudkan di dalam al-Quran, surah an-Nas.

vi) Oleh yang demikian selaku manusia biasa, apabila datang sesuatu lintasan hati, maka hendaklah kita mempertimbangkannya terlebih dahulu dengan neraca syarak; jika bersesuaian kerjakanlah, jika sebaliknya jauhkanlah.

Friday, January 28, 2011

Hakikat Harta

Jumaat, 23 Safar 1432H :-Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:”Kelak bumi akan memuntahkan jantung hatinya berupa tiang-tiang emas dan perak. Maka datanglah seorang pembunuh seraya berkata:”Kerana inilah aku jadi pembunuh. Kemudian datang pula si perompak, lalu berkata:”Kerana inilah aku putuskan hubungan silaturrahim. Kemudian datang pula si pencuri seraya berkata:”Kerana inilah tanganku dipotong” Sesudah itu mereka tinggalkan sahaja harta kekayaan itu, tiada mereka mengambilnya sedikitpun.” (HR Muslim)

Keterangan Hadis:

1. Lazimnya manusia mencari kekayaan dan harta benda. Malah kadangkala kerana gila mengejar harta dunia, manusia terpengaruhi oleh hawa nafsu dan bisikan syaitan sehingga ada yang sanggup berbunuh-bunuhan, merompak dan memutuskan silaturrahim.

2. Dunia dicipta untuk menguji manusia siapakah yang paling bertakwa. Sesungguhnya harta dunia tidak akan membawa membawa apa-apa erti jika ia tidak dimanfaatkan ke jalan yang diredhai Allah.

3. Hakikat harta diterangkan Rasulullah s.a.w seperti sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: "Seorang hamba (manusia) berkata, 'Hartaku, hartaku!' Padahal hartanya itu sesungguhnya ada 3 jenis: (1) Apa yang dimakannya lalu habis. (2) Apa yang dipakainya lalu lusuh. (3) Apa yang disedekahnya lalu tersimpan untuk akhirat. Selain yang 3 itu, semuanya akan lenyap atau ditinggalkan kepada orang lain". (HR Muslim)

Thursday, January 27, 2011

Kekayaan Dan Ilmu Yang DiBerkati

Khamis, 22 Safar 1432H :- Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r.a katanya: “Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :” Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini. Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR al-Bukhari)

Keterangan Hadis:

1.Kekayaan yang diberikan Allah jika dibelanjakan mengikut syariat agama akan memberi kebaikan yang berganda dunia dan akhirat. Perumpamaan orang yang kaya harta dan menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir terdapat seratus biji.

2. Kekayaan mestilah diperolehi dengan cara yang halal dan bukan secara haram. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:”Tidak seorangpun yang bekerja untuk mendapatkan kekayaan dengan jalan haram kemudian ia membelanjakan padanya dengan harapan mendapat berkat daripadanya dan ia bersedekah dengannya dengan harapan sedekah itu akan diterima dan meninggalkan harta pusaka (sesudah meninggal) melainkan semua itu sebagai bekalannya ke neraka...”

3.Hakikatnya, kaya dan miskin akan menguji tahap keimanan seseorang. Tidak semestinya yang kaya kurang imannya dan yang miskin pula kuat imannya atau sebaliknya. Setiap kejadian dan pemberian Allah ada hikmah disebaliknya. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:”Sesungguhnnya bagi setiapumat itu mempunyai ujian dan ujian bagi umatku adalah harta kekayaan.”( H.Riwayat at-Tirmidzi).

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:“Bukanlah kekayaan itu harta yang melimpah, akan tetapi kekayaan (yang sebenar-benarnya) ialah kaya jiwa.”

4. Orang yang diberikan Allah kelebihan ilmu dan ia mengamalkan dalam kehidupannya dan mengajarnya kepada orang lain amat disukai oleh Allah dan RasulNya. Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya Allah sentiasa memberi rahmat dan Malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi - sehinggakan semut dalam lubangnya dan ikan di laut - sentiasa berdoa untuk sesiapa yang mengajarkan perkara-perkara yang baik kepada orang ramai."

5. Orang yang mempunyai kelebihan ilmu oleh Allah, janganlah menyimpan untuk dirinya saja tetapi hendaklah mengajarnya atau menyampaikan kepada orang lain. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: ”Sesiapa yang ditanya tentang ilmu lalu dia menyembunyikannya akan diikat mulutnya (meletakkan kekang di mulutnya seperti kuda) dengan kekang dari api neraka pada Hari Kiamat.

6. Sayidina Ali berkata: “Ilmu akan menjaga diri mu, sementara harta adalah sebaliknya, kamu yang harus menjaganya.” Namun alangkah baiknya jika kita kaya kedua-duanya. Kaya harta dan kaya ilmu kerana kedua-dua mampu menaikkan kedudukan kita bukan sahaja di sisi manusia bahkan di sisi Allah SWT iaitu dengan cara memanfaatkan kurniaan Allah itu ke jalan yang diredhai-Nya.

Wednesday, January 26, 2011

Aurat Dalam Islam (ll )

Rabu, 21 Safar 1432H :- ASAS AURAT - Islam telah menggariskan batasan aurat pada lelaki dan wanita.Aurat asas pada lelaki adalah menutup antara pusat dan lutut. Manakala aurat wanita pula adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.

Aurat lelaki pada bila-bila masa dan apabila bersama-sama sesiapa pun adalah sama iaitu antara pusat dan lutut. Tetapi bagi wanita terdapat perbezaan dalam beberapa keadaan antaranya :

1. Aurat Ketika Sembahyang
Aurat wanita ketika sembahyang adalah menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.

2. Aurat Ketika Sendirian
Aurat wanita ketika mereka bersendirian adalah bahagian anggota pusat dan lutut. Ini bererti bahagian tubuh yang tidak boleh dilihat antara pusat dan lutut.

3. Aurat Ketika Bersama Mahram
Pada asasnya aurat seseorang wanita dengan mahramnya adalah antara pusat dan lutut. Walau pun begitu wanita dituntut agar menutup mana-mana bahagian tubuh badan yang boleh menaikkan syahwat lelaki walaupun mahram sendiri.

Perkara ini dilakukan bagi menjaga adab dan tatsusila wanita terutana dalam menjaga kehormatan agar perkara-perkara sumbang yang tidak diingini tidak akan berlaku.
Oleh itu, pakaian yang labuh dan menutup tubuh badan dapat menutup syahwat lelaki. Pakaian yang digalakkan walaupun semasa bersama mahram adalah pakaian yang lengkap dan labuh.

Syarak telah menggariskan golongan yang dianggap sebagai mahram kepada seseorang wanita iaitu :
1. Suami
2. Ayah,termasuk datuk belah ibu dan bapa
3. Ayah mertua
4. Anak-anak lelaki termasuk cucu sama ada dari anak lelaki atau perempuan
5. Anak-anak suami .Dalam perkara ini islam mengharuskan isteri bergaul dengan anak suami kerana wanita tersebut telah dianggap dan berperanan sebagai ibu kepada anak-anak suaminya.
6. Saudara lelaki kandung atau seibu atau sebapa
7. Anak saudara lelaki kerana mereka ini tidak boleh dinikahi selama-lamanya
8. Anak saudara dari saudara perempuan
9. Sesama wanita sama ada kaitan keturunan atau seagama
10. Hamba sahaya
11. Pelayan yang tidak ada nafsu syahwat
12. Anak-anak kecil yang belum mempunyai syahwat terhadap wanita. Walau pun begitu, bagi kanak-kanak yang telah mempunyai syahwat tetapi belum baligh, wanita dilarang menampakkan aurat terhadap mereka.

Al-quran dengan jelas menerangkan perkara ini dalam surah An-Nur ayat 31 yang bermaksud :
" Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka, atau bapa mertua mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya".

Imam Syafie berpendapat perhiasan yang dimaksudkan dalam ayat diatas terbahagi kepada dua makna iaitu:

1. Perhiasan yang bersifat semulajadi seperti muka,pipi ,mulut ,mata, bibir, hidung, kaki, betis, peha dan lain-lain anggota.

2. Perhiasan seperti pakaian,alat-alat solek,cincin,rantai leher, gelang kaki dan sebagainya. Oleh itu, umat islam digalakkan mengawal diri agar tidak melanggar batasan-batasan yang telah digariskan oleh islam terutamanya dalam soal perhiasan dan berpakaian.

4.Aurat Ketika Di Hadapan Lelaki Bukan Mahram
Kewajipan menutup aurat dihadapan lelaki bukan mahram adalah amat penting dan perlu dilaksanakan oleh setiap wanita, bagi mengelak berlaku perkara yang tidak diingini seperti rogol dan sebagainya.

Perkara ini terjadi disebabkan memuncaknya nafsu para lelaki akibat dari penglihatan terhadap wanita yang memakai pakaian yang tidak senonoh dan mendedahkan sebahagian tubuh badan mereka.

Wanita yang bersuami pula, dengan terlaksanakan kewajipan ini, akan dapat membantu suami, yang mana dosa seorang isteri yang membuka aurat akan ditanggung oleh suami.

Oleh itu, wanita-wanita perlulah memahami batas-batas aurat ketika berhadapan dengan orang-orang yang tertentu dalam keadaan yang berbeza-beza.

5. Aurat Ketika Di Hadapan Wanita Kafir
Aurat wanita apabila berhadapan atau bergaul dengan wanita bukan islam adalah tutup keseluruhan tubuh badan kecuali muka dan tapak tangan. Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadis yang bermaksud : Abdullah bin Abbas ada menyatakan, Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang maksudnya : " Tidak halal kaum wanita islam itu dilihat oleh kaum Yahudi dan Nasrani".

6. Aurat Ketika Bersama Suami
Apabila seorang isteri bersama-sama dengan suaminya di tempat yang terlindung dari pandangan orang lain, maka islam telah memberi kelonggaran dengan tiada membataskan aurat pada suaminya.

Ini bererti suami dan isteri tiada sebarang batasan aurat terhadap mereka berdua. Isteri boleh mendedahkan seluruh anggota badannya bila berhadapan dengan suaminya.

Mu'awiyah bin Haidah mengatakan : "Aku pernah bertanya : Ya Rasulullah , bagaimanakah aurat kami, apakah boleh dilihat oleh orang lain?". Baginda menjawab :"Jagalah auratmu kecuali terhadap isterimu atau hamba abdi milikmu". Aku bertanya lagi :" Ya Rasulullah , bagaimanakah kalau ramai orang mandi bercampur-baur di satu tempat? " Baginda menjawab : "Berusahalah seboleh mungkin agar engkau tidak melihat auratmu". Aku masih bertanya lagi: " Ya Rasulullah, bagaimanakah kalau orang mandi sendirian?" Baginda menjawab : " Seharuslah ia lebih malu kepada allah daripada malu kepada orang lain". (Hadis Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud)

PAKAIAN DALAM ISLAM

Dalam membicarakan soal pakaian wanita, islam tidak menetapkan pakaian tertentu tetapi wanita islam perlu mengikuti garis panduan syarak seperti berikut:

i. Pakaian itu hendaklah menutup aurat

ii. Pakaian itu hendaklah longgar, tidak sempit atau ketat hingga menampakkan susuk tubuh badan.

Usamah bin Zaid pernah menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w telah menerima hadiah sejenis kain Qibtiah yang kurang tebal daripada seorang yang bernama Dahiyah Al-Albi dan Rasulullah s.a.w pula menghadiahkan kain tersebut kepada beliau (Usamah bin Zaid) , untuk dibuat pakaian tetapi Usamah memberikan kepada isterinya.

Suatu hari Rasulullah s.a.w bertanyakan Usamah : "Kenapa engkau tidak memakai kain Qibtiah itu?" Usamah menjawab :" Saya telah berikan kepada isteri saya". Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepada Usamah :" Suruhlah isterimu mengalaskan kain tersebut dengan kain yang lain di bawahnya, kerana aku bimbang jika kain Qibtiah itu tidak digalas, maka akan kelihatanlah besar kecil tulang-tulang badan isterimu (bentuk tubuh badan isterimu)".

iii. Pakaian itu diperbuat daripada kain yang agak tebal, tidak nipis atau jarang yang boleh menampakkan bayangan tubuh badan.

Selain daripada itu, pakaian wanita hendaklah dibuat dari kain yang tidak terlalu licin dan lembut hingga melekat di tubuh dan membayangkan kulit pemakainya. Pakaian yang dibuat daripada kain-kain tersebut boleh mempamerkan rupa bentuk anggota badan wanita yang boleh mengghairahkan lelaki yang memandangnya.

iv. Pakaian itu tidak berbentuk hiasan yang boleh menarik perhatian orang melihatnya.

v. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian lelaki.
Abu Hurairah r.a telah meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesiapa jua wanita yang memakai minyak wangi kemudian melintasi khalayak ramai dengan tujuan dihidu bau yang dipakainya, maka dia dikira berzina".

vii. Pakaian itu tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir atau musyrik.
Dengan memakai pakaian yang menutup aurat, seseorang wanita telah menunjukkan harga diri sebenar seorang wanita dan sekaligus menghindari perbuatan tidak senonoh di kalangan para lelaki terhadap wanita.

Wanita yang menutup aurat dan berpegang teguh dengan ajaran islam akan mendapat keredhaan Allah s.w.t dan lelaki akan memandang mereka dengan penuh rasa hormat dan memberi penghormatan yang tinggi bersesuaian dengan sifat mereka yang pemalu dan bersopan santun.

KESIMPULAN

Di antara tujuan berpakaian itu, ialah untuk menutupi atau melindungi bahagian-bahagian yang tertentu. Jika mereka memilih pakaian yang semakin nipis atau jarang hingga boleh dikesan atau dilihat auratnya, maka ini bererti pakaian yang dipakainya sudah tidak berfungsi lagi. Justeru itu, tutuplah aurat dan berpakaianlah mengikut akhlak yang dianjurkan oleh islam.

Tuesday, January 25, 2011

Aurat Dalam Islam

Selasa,20 Safar 1432H :- Perintah Menutup Aurat - telah difirmankan oleh Allah s.w.t dalam surah Al-Ahzab ayat 33 yang bermaksud : "Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu mendedahkan diri seperti yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah zaman dahulu, dan dirikanlah sembahyang serta berikanlah zakat, dan taatilah kamu kepada Allah dan Rasulnya. Sesungguhnya Allah (perintah kamu dengan semuanya itu) hanyalah kerana hendak menghapuskan perkara-perkara yang mencemarkan dari kamu wahai "Ahlu Bait", dan hendak membersihkan kamu sebersih-bersihnya (dari segala perkara yang keji)."

Dari penerangan ayat di atas, jelaslah kepada kita bahawa hukum menutup aurat adalah wajib sebagaimana wajibnya perintah mengerjakan sembahyang,berzakat dan perintah-perintah yang lainnya.

Dengan menutup aurat, wanita islam mudah dikenal dan dapat mengelak dari diganggu oleh mereka yang ingin mengambil kesempatan. Wanita yang menutup aurat akan mudah dikenali.Jika sekiranya mereka membuka aurat dengan sewenang-wenangnya, maka dengan secara tidak langsung mereka cuba merangsang lelaki untuk mengganggunya. Maka berlakulah perkara-perkara sumbang,dengan itu juga akan timbullah berbagai-bagai fitnah dari masyarakat tentang diri mereka.

Dalam hal ini Allah s.w.t telah berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 59 yang bermaksud : "Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu,anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar), cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu.Dan (ingatlah) allah adalah maha pengampun lagi maha mengasihani."

Dari Abu said al-Khudri r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:”Lelaki tidak boleh melihat aurat lelaki dan perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Lelaki tidak boleh berselimut sesama lelaki dalam satu selimut tanpa pakaian dan perempuan tidak boleh berselimut sesama perermpuan dalam satu selimut tanpa pakaian.” (HR Bukhari)

Keterangan :

Pakaian adalah satu keperluan penting bagi manusia. Secara lahirnya, pakaian melindungi manusia, tetapi secara batinnya adalah lambang kemuliaan insan. Syarak mendefinisikan bahawa aurat adalah sesuatu yang wajib disembunyikan dan haram dilihat.

Menurut pendapat jumhur ulama’, wajib menutup aurat dalam semua keadaan sama ada pada waktu solat atau di luar solat.

Empat mazhab utama dalam fiqh Islam iaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafie dan Hambali sepakat menetapkan bahawa aurat bagi lelaki adalah antara pusat dan lutut manakala bagi wanita ialah keseluruhan tubuhnya kecuali muka dan tapak tangan berdasarkan nas yang kuat daripada al-Quran dan al-sunnah.

Pengertian Aurat - Aurat diambil dari perkataan Arab 'Aurah' yang bererti keaiban. Manakala dalam istilah feqah pula aurat diertikan sebagai bahagian tubuh badan seseorang yang wajib ditutup atau dilindungi dari pandangan.

Di dalam islam terdapat beberapa keadaan di mana masyarakat islam dibenarkan membuka aurat dan ia hanya pada orang-orang yang tertentu. Di dalam risalah ini akan diterangkan beberapa perkara yang bersangkutan dengan aurat untuk dijadikan renungan dan tatapan bersama.

Monday, January 24, 2011

Dengar dan Taat

Isnin, 19 Safar 1432H: - Dari Abu Hurairah Abdul Rahman bin Sakhr r.a katanya:”Aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda:”Apa yang aku tegahkan kamu daripadanya maka hendaklah kamu menjauhinya dan apa yang aku perintahkan kamu dengannya maka hendaklah kamu kerjakan daripadanya apa yang kamu mampu. Sesungguhnya telah binasa orang-orang yang sebelum kamu oleh sebab banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka.” (HR Bukhari & Muslim)

Keterangan Hadis :

1. Segala apa yang dilarang oleh Rasulullah S.A.W adalah semua perkara yang haram dari segala macam bentuk maksiat dan kejahatan sama ada berhubung dengan diri, masyarakat dan lain-lainnya. Ada yang berkait dengan harta benda seperti larangan mencuri, merompak, meragut atau membazirkan wang di mana setiap larangan itu ada hikmah dan faedahnya.

2. Manakala segala bentuk suruhan pula hendaklah dikerjakan menurut kadar yang dapat dilakukan sesuai dengan kekuatan atau kemampuan yang ada. Sesiapa pun tidak harus meninggalkan atau mencuaikannya tetapi mestilah dilaksanakan secara bersungguh-sungguh dengan penuh ketaatan.

3. Punca kebinasaan umat-umat sebelum ini adalah disebabkan perselisihan terhadap nabi-nabi mereka. Mereka suka membantah dan menentang apa-apa yang disampaikan serta banyak mengemukakan pertanyaan yang bukan-bukan sehingga menimbulkan banyak masalah dan akhirnya menyulitkan keadaan.

Friday, January 21, 2011

Pemergiannya Satu Istirahat

Jumaat, 16 Safar 1432H :- Abu Qatadah Ibnu Rib’i al-Ansari r.a menerangkan bahawasanya satu jenazah telah dibawa berlalu di hadapan Rasulullah SAW maka berkatalah baginda :“Orang yang beristirahat atau orang yang pergi supaya orang lain beristirahat daripadanya. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah orang yang pergi beristirahat dan siapakah orang yang pergi supaya orang lain beristirahat daripadanya? Nabi menjawab : “ Hamba yang mukmin pergi beristirahat daripada kepayahan dunia dan gangguannya kepada rahmat Allah. Dan hamba yang fasiq, beristirahat daripadanya segala hamba Allah, negeri, pohon dan binatang.”(HR al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:“Sesiapa yang memberi contoh yang baik dalam Islam maka ia akan memperolehi pahala dan pahala orang yang beramal selepas ia meninggal tanpa kurang sedikit pun daripada pahala mereka dan siapa yang memberi contoh yang buruk di dalam Islam maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang beramal dengannya selepas ia meninggal dunia tanpa kurang sedikitpun daripada dosa mereka.”( HR Riwayat Muslim)

Keterangan Hadis :

1. Sesungguhnya orang yang meninggal dunia itu terdiri dari dua golongan iaitu golongan orang yang beriman meninggal dunia menuju ke suatu tempat yang aman yang membahagiakan. Mereka sudah terlepas daripada kepayahan dan ujian dunia menuju kepada rahmat Allah SWT.

2. Golongan kedua ialah orang yang buruk akhlaknya, kematiannya itu merupakan satu kerehatan untuk penghuni dunia daripada terus berhadapan dengan kejahatan dan kemungkaran yang dilakukannya. Kematiannya dituruti dengan kesengsaraan dan balasan azab daripada Allah SWT

3) Kita hendaklah berusaha menunjukkan akhlak yang baik di dunia dan memperbanyakkan amal ibadah serta sedaya upaya mengawal tingkahlaku agar dapat menunjukkan contoh teladan yang baik bagi masyarakat setempat.

4) Sekiranya perbuatan kita yang baik itu menjadi ikutan orang lain maka kita akan diberi ganjaran pahala walaupun kita sudah meninggal dunia dan dapatlah kita beristirahat dengan baik di tempat yang baik yang dijanjikan Allah. Contohnya amalan suka bersedekah, mengajarkan ilmu yang baik, menjaga aurat dan sebagainya.

4) Sebaliknya jika kita menunjukkan sikap dan perangai yang buruk kepada masyarakat, bukan sahaja kita akan mendapat kejian dan cacian malah sesiapa yang menjadikan kita sebagai ikutan mereka dengan bersikap suka menipu, berkelakuan tidak senonoh dan seumpamanya maka kita juga akan mendapat dosa yang sama seperti orang yang melakukannya dan bertambah deritalah kita di akhirat nanti.

5) Oleh itu berusahalah untuk menjadi individu yang baik dan terpuji kerana cerminan akhlak dan peribadi yang mulia akan memberi kesan di dunia dan akhirat.

Wednesday, January 19, 2011

Selawat Ke Atas Nabi SAW

Rabu, 14 Safar 1432H:-Nabi s.a.w bersabda: "Orang yang lebih berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat ialah oarang yang lebih banyak selawatnya kepadaku." ( HR Ibn Mas'ud r.a )

Nabi s.a.w bersabda: "Sesiapa yang berselawat kepada-ku sekali selawat, nescaya Allah limpahkan sepuluh rahmat kepadanya dengan sebab sekali selawat itu." ( HR Abu Hurairah r.a)

Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesiapa yang berselawat kepadaku dengan sesuatu selawat, sentiasalah Malaikat berdoa untuknya selama ia berselawat kepadaku; oleh itu terpulanglah kepada seseorang sama ada ia hendak berselawat sedikit atau banyak." ( HR Amir bin Rabiah r.a )

Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya orang yang lebih hampir kepadaku dari kalangan kamu pada hari kiamat pada setiap tempat yang aku berada padanya ialah orang yang lebih banyak selawatnya kepadaku di dunia…" ( HR Anas r.a )

Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya ada bagi Allah satu Malaikat yang diberikan kepadanya kuasa mendengar ucapan hamba-hamba Allah semuanya, maka tidak ada seseorang pun yang mengucapkan sesuatu selawat kepadaku melainkan Malaikat itu menyampaikannya kepadaku."
( HR Ammaar bin Yasir r.a )

Kaab bin Ujrah menceritakan suatu kisah menarik daripada Rasulullah S.A.W di mana baginda bersabda:” Hampiri mimbar! Lalu kami semua menurutinya, ketika baginda melangkah ke tangga yang pertama baginda mengatakan:”Amin”. Apabila baginda melangkah tangga yang kedua baginda mengatakan:”Amin”, begitulah apabila baginda melangkah tangga yang ketiga. Lalu kami bertanyakan tentang maksud perbuatannya itu, baginda menjawab:”Aku didatangi Jibrail a.s mengatakan kepadaku:”Jauhlah (rugilah orang yang sempat dengan Ramadhan tetapi tidak mendapat pengampunan.” Aku pun menyahut dengan berkata:”Amin”. Di tangga yang kedua Jibrail mengatakan:”Jauhlah orang yang apabila disebut namamu (Muhammad) dia tidak mengucapkan selawat ke atasmu,” aku pun menyahut:”Amin.” Di tangga yang ketiga Jibrail mengatakan:”Jauhlah orang yang sempat dengan kedua-dua orang tuanya yang sudah uzur atau salah seorang mereka, tetapi mereka tidak memasukkan dia ke dalam syurga.” Aku pun mengatakan:”Amin.”

Dari Ubai bin Ka'ab r.a katanya:…."Ya Rasulullah! Aku banyak menggunakan masa berdoa, memohon rahmat untuk diriku, sekarang aku hendak untukkan masa berselawat bagi tuan maka sebanyak mana yang elok aku untukkan?" Baginda s.a.w menjawab: "Sekadar mana yang engkau suka;" Aku berkata: "Aku hendak untukkan sesuku dari masaku;" Baginda s.a.w bersabda: "Sekadar mana yang engkau suka, dan jika engkau lebihkan lagi, maka itu lebih baik untukmu;" Aku berkata: "Kalau begitu aku untukkan setengah dari masaku;" Baginda s.a.w bersabda: "Suka hatimulah, dan jika engkau lebihkan lagi, maka itu lebih baik untukmu;" Aku berkata: "Kalau demikian, aku untukkan dua pertiga dari masa ku;" Baginda s.a.w bersabda: "Suka hatimulah, dan jika engkau lebihkan lagi maka itu lebih baik untukmu;" Aku berkata: "(Kalau begitu) aku jadikan masa berdoaku semuanya untuk berselawat kepada tuan;" Baginda s.a.w bersabda: "Jika demikian, terpeliharalah dan terselamatlah engkau dari apa yang mendukacitakan dan membimbingkanmu, sama ada perkara dunia mahupun perkara akhirat, dan diampunkan dosamu….."( HR Ubai bin Ka'ab r.a)

Pengajaran hadith:

1) Terdapat banyak fadhilat berselawat yang di antara melepaskan seseorang itu daripada segala apa yang mendukacitakan dan yang membimbangkannya dari perkara-perkara dunia dan akhirat

2) Ucapan selawat dan salam kepada Rasulullah s.a.w adalah satu ibadat yang sangat dituntut dari setiap umat Islam dalam setiap masa. Mereka yang selalu berselawat atas baginda akan beroleh syafaat yang khusus daripada Rasulullah SAW dan Malaikat akan berdoa untuknya selama ia berselawat kepada baginda.

3) Ia sebagai menandakan ingatan, cinta dan kasih terhadap baginda di mana jasa dan pengorbanan baginda amat besar sekali terhadap Islam dan perkembangannya.

4) Orang yang tidak membiasakan dirinya dengan berselawat adalah dianggap sebagai orang yang tidak mengenang budi (tidak menyanjung) baginda sehinggakan syarak melabelkan mereka sebagai orang yang bakhil.

5) Disebabkan besarnya fadhilat berselawat tersebut, maka Allah S.W.T telah menetapkan malaikat yang khusus bertugas sebagai penyampai selawat yang diucapkan terus kepada baginda.

6) Orang yang banyak berselawat adalah orang yang paling rapat dengan baginda di akhirat kelak di mana segala permohonan dan kehendaknya akan diperkenankan oleh Allah S.W.T di samping itu segala dosanya akan diampunkan dan sentiasa mendapat perlindungan dari-Nya.

7) Sesungguhnya arahan Rasulullah saw. supaya umatnya memperbanyakkan selawat adalah juga disertai dengan suruhan agar kita tidak meninggalkan perintah agama serta menjauhi segala larangannya.

Tuesday, January 18, 2011

10 Perkara Yang Dituntut oleh Agama

Selasa, 13 Safar 1432H :- Dari Aisyah r.ahn, katanya: Rasul s.a.w bersabda: “ sepuluh perkara dari (peraturan-peraturan kebersihan) yang dituntut oleh agama, iaitu: menggunting misai, membiarkan janggut(tumbuh panjang serta mengemaskannya), bersugi(membersihkan gigi), menyedut air-membersihkan hidung, memotong kuku, membasuh buku-buku jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu ari-ari, dan beristinjak”. Kata Mas`ab (salah seorang rawi hadis ini): “dan aku lupa akan perkara yang kesepuluh, aku fikir perkara itu) tidak lain dari berkumur-kumur..”( H. Riwayat Muslim )

Daripada Abu Hurairah r.a katanya:”Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:”Terdapat lima perkara fitrah iaitu berkhatan, mencukur bulu ari-ari, mencukur misai, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (H. Riwayat Muslim)

Dari Anas bin Malik, katanya: “Rasulullah SAW menentukan waktu kepada kami tentang menggunting kumis, mengerat kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur ari-ari supaya jangan dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (HR Muslim ).

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:”Jikalau tidak menjadi keberatan ke atas umatku, nescaya aku menyuruh mereka bersugi ketika setiap kali sembahyang.”(H.Riwayat at-Tirmidzi)

Keterangan hadis :

1. Perkara-perkara tersebut ada yang wajib hukumnya dan ada yang sunat

2. Perkara yang wajib ialah beristinjak, dan yang lain ialah sunat

3. Khatan bererti memotong kulit yang menutup "hasyafah" (kepala zakar) lelaki. Berkhatan adalah salah satu keutamaan agama yang disyariatkan Allah kepada hambaNya.

4. Empat puluh hari merupakan tempoh waktu untuk menggunting kumis, mengerat kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur ari-ari.

5. Antara hikmah bersugi ialah supaya kita berada dalam keadaan sempurna dan bersih sebelum mengerjakan ibadat kepada Allah SWT. Iman an-Nawawi menyatakan bahawa kita digalakkan bersugi dalam lima waktu iaitu :
i) Ketika hendak bersolat
ii) Ketika berwudhu’.
iii) Ketika hendak membaca al-Qurani
iv) Ketika bangun daripada tidur
v) Ketika berubah bau mulut disebabkan tidak makan dan minum atau kerana memakan sesuatu yang berbau busuk seperti petai, jering dan sebagainya

6. Apa yang penting, menjaga kebersihan adalah dituntut oleh syarak kerana ia sebahagian daripada iman.

Monday, January 17, 2011

Manusia Yang Dikasihi Dan Dibenci Oleh Nabi Saw

Isnin, 12 Safar 1432H :- Hadith : Rasulullah s.a.w bersabda, bermaksud:“Sesungguhnya orang-orang yang paling aku kasihi di kalangan kamu dan orang yang paling dekat tempat duduknya denganku dihari kiamat ialah orang yang paling baik akhlaknya. Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat ialah orang yang banyak bercakap perkara sia-sia, dan berlagak angkuh, sombong malah ia merasa bangga dengan kesombongannya.” Para sahabat bertanya lagi, “wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah mengetahui maksud perkataan orang-orang yang suka bercakap banyak yang sia-sia, dan yang berlagak angkuh dan sombong, tetapi apakah maksud orang yang bangga dengan kesombongannya? Jawab Rasulullah “ialah orang yang takbur.”( H. Riwayat at-Tarmizi )

Keterangan Hadis :

1. Orang yang berakhlak mulia adalah orang yang paling dikasihi oleh Rasulullah dan diberi tempat yang paling dekat dengan baginda di hari kiamat nanti.

2. Bercakap-cakap kosong atau perkara-perkara yang sia-sia dan membuat fitnah adalah perbuatan yang dilarang oleh agama kerana ia tidak mendatang apa-apa kebaikan bahkan bakal mengundang azab di hari akhirat kelak.

3. Islam juga melarang umatnya bersifat membangga diri dan memandang rendah serta menghina orang lain tetapi hendaklah bersifat tawaduk dan rendah diri demi menjaga hati dan perasaan orang lain.

Friday, January 14, 2011

Kasih Sayang Terhadap Anak

Jumaat, 9 Safar 1432H : -Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Takutlah akan Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu. ” (H.R al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:”Persamakan antara anak-anak kamu dalam pemberian.” (HR At-Tabrani)

Dari Aisyah r.a katanya:”Seorang wanita datang kepadaku membawa dua orang anaknya, meminta makanan. Tetapi tiada apa yang boleh didapatinya daripadaku ketika itu selain daripada sebiji kurma, lalu kuberikan kepadanya. Kurma itu dibahagi dua dan diberikannya kepada kedua anaknya itu, dan ia sendiri tidak memakannya. Kemudian ia berdiri dan terus pergi. Setelah nabi s.a.w datang, aku ceritakan hal itu kepada baginda. Sabda beginda s.a.w, “Sesiapa mendapat cubaan kerana beberapa anak daripadanya, maka semuanya itu akan menjadi dinding baginya daripada api neraka.” (HR Bukhari)

Keterangan Hadis :

i) Anak-anak adalah amanah Allah S.W.T yang telah diserahkan kepada ibubapa untuk dijaga dan dipelihara dengan membimbing mereka ke arah kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.

ii) Membeza-bezakan anak adalah faktor yang boleh merosakkan peribadi dan jiwa mereka kerana akan timbul perasaan hasad dengki hingga membuatkan mereka sering bergaduh dan hilang rasa kasih sayang sesama sendiri.

iii) Sewajarnya ibubapa menyamakan layanan antara anak-anak tanpa mengira lelaki atau perempuan, sempurna atau cacat, cantik atau tidak kerana semua perkara dari segi pakaian, makanan, pemberian, kasih-sayang dan sebagainya adalah hak mereka yang mesti dipenuhi dan diberi sama rata apatah lagi hubungan antara ibubapa dan anak adalah hubungan yang bersifat kewajipan dan tanggungjawab.

iv) Sesungguhnya ibubapa yang berlaku adil akan diberkan ganjaran syurga di akhirat kelak sebagaimana yang tersebut dalam hadith Rasulullah s.a.w, maksudnya:” Sesiapa yang mempunyai anak perempuan, kemudian tidak dihinakan dan tidak mengutamakan anak lelaki dari anak perempuan, nescaya dia dimasukkan Allah ke dalam syurga.” (Abu Daud & Hakim)

Daripada Aisyah r.a, dari Nabi S.A.W baginda telah bersabda yang maksudnya:”Sesiapa yang diberati menanggung sesuatu urusan menjaga dan memelihara anak-anak perempuan, lalu ia menjaga dan memeliharanya dengan baik, nescaya mereka menjadi pelindung baginya daripada api neraka."(HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Thursday, January 13, 2011

Bersedekah Amalan Disukai Allah

Khamis, 8 Safar 1432H;- Bersedekah merupakan tanda bersyukur seorang hamba dengan rezeki yang dikurniaan Allah kepadanya. Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:” Tangan yang menghulur lebih baik daripada tangan yang menerima, mulakanlah dengan mereka yang di bawah tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah itu adalah yang tidak mengorbankan keperluannya atau keluarganya, sesiapa yang menahan daripada meminta sedekah dia akan dijaga oleh Allah S.W.T, sesiapa yang merasa berpada-pada maka diberikan Allah S.W.T kelegaan kepadanya.” ( H.Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pengajaran hadith:

i) Amalan memberi sedekah disifatkan sebagai penebus dan pelupus dosa dan ia merupakan pintu kebajikan yang boleh menghalang daripada api neraka. Orang yang suka bersedekah menunjukkan dia bersyukur dengan rezeki kurniaan Allah di mana ia merupakan kunci utama ketenangan dan kebahagian hidup di dunia.

ii) Aspek yang terpenting dalam bersedekah ialah keikhlasan niat bahawa amalan itu adalah kerana Allah S.W.T semata-mata, tidak berniat untuk menunjuk-nunjuk kononnya kita adalah seorang yang pemurah dan sebagainya.

iii) Tidak sewajarnya kita bersedekah kepada orang lain, sedangkan keperluan diri dan keluarga sendiri diabaikan. Oleh itu sebaik-baik cara bersedekah ialah ia dimulakan dengan orang yang di bawah tanggungan sendiri, keluarga dan sanak saudara kerana memberi kepada orang yang berhak itu adalah lebih utama.

iv) Bersedekah sesungguhnya akan memuliakan maruah seseorang sebaliknya meminta sedekah akan menjatuhkan maruah diri sendiri. Itulah sebabnya mengapa Islam menggalakkan umatnya agar berusaha dan bekerja bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki, bukan mengharapkan belas kasihan orang lain.

Wednesday, January 12, 2011

Bebaktilah Kerana Allah Setiap Hari

Rabu, 7 Safar 1432H : - Nabi s.a.w bersabda: "Tidak ada satu hari yang terbit mataharinya melainkan ada di kiri kanan matahari itu: dua Malaikat yang menyerukan seruan yang didengari oleh semua makhluk Allah selain dari manusia dan jin, katanya: "Wahai sekalian manusia! Marilah kamu semua berusaha mengerjakan amal bakti kepada Tuhan kamu, kerana sesungguhnya pendapatan-pendapatan yang sedikit serta mencukupi keperluan hidup di dunia adalah lebih baik daripada pendapatan-pendapatan yang banyak serta melalaikan bekalan akhirat; dan tidak masuk matahari melainkan ada di kiri kanannya dua Malaikat yang menyerukannya seruan yang didengarinya oleh semua makhluk Allah selain dari manusia dan jin, katanya: "Ya Tuhan kami! Berikanlah ganti yang berganda-ganda kepada orang yang mencurahkan nikmat-nikmat yang dikurniakan kepadanya pada jalan yang diredhai Allah, dan timpakanlah kerugian yang besar ke atas orang yang menahan nikmat-nikmat Allah itu daripada mengeluarkannya pada jalan yang dituntut oleh Allah." ( HR Abu ad-Dardaa' r.a )


Pengajaran hadith:

i) Dalam menghadapi kehidupan dunia manusia mestilah berwaspada, jangan mudah terpedaya dengan perkara yang melalaikan diri daripada berusaha mengerjakan amal kebaikan lebih-lebih lagi perkara yang berhubung dengan harta benda dan cara membelanjakannya.

ii) Dalam hadith ini Rasulullah s.a.w menyatakan bahawa pada tiap-tiap hari terdapat dua malaikat yang menyeru manusia supaya:

a) Mengerjakan apa yang disuruh dan meninggalkan apa yang dilarang untuk mencapai keredhaan Allah.

b) Mengambil ingatan bahawa pendapatan seharian yang diperoleh meskipun sedikit tapi mencukupi keperluan hidup di dunia yang meliputi harta benda dan nikmat-nikmat yang lain sebenarnya adalah lebih baik daripada pendapatan yang banyak tetapi melalaikan manusia itu daripada mengerjakan amal ibadat dan kebajikan sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak.

iii) Sesungguhnya manusia yang membelanjakan harta benda, ilmu pengetahuan dan tenaganya di jalan Allah akan sentiasa didoakan oleh malaikat semoga Allah memberikan balasan yang berganda-ganda untuk dirinya, sebaliknya bagi yang bakhil, didoakan agar ditimpa kerugian yang besar.

Tuesday, January 11, 2011

Persaudaraan Islam & Ilmu

Selasa, 6 Safar 1432H :- Daripada Abu Hurairah r.a, daripada Nabi SAW bersabda maksudnya: ”Sesiapa yang melepaskan sesuatu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan hari Akhirat dan sesiapa melapangkan seorang yang berada di dalam kesempitan Allah akan melapangkan untuknya di dunia dan di akhirat dan sesiapa yang menutup keburukan saudaranya maka Allah akan menutup keburukannya di dunia dan akhirat dan Allah pasti menolong hamba-Nya selagi mana hambanya menolong saudaranya. Dan sesiapa mengikuti satu jalan untuk mencari ilmu Allah akan memudahkan untuknya jalan ke syurga. Tidak berkumpul satu kaum di dalam rumah dari rumah-rumah Allah dan saling belajar dan mengajar antara satu sama lain melainkan turunlah ketenangan atas mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengerumuni mereka dan Allah akan menyebut (nama-nama) mereka di sisi-Nya. Dan sesiapa yang kurang amalannya maka nasab (keturunannya) tidak akan dapat menyempurnakannya.” (HR Muslim)

Keterangan:

1. Masyarakat Islam adalah seperti satu jasad yang setiap anggota akan merasai apa yang dirasai oleh orang lain malah mereka juga bersama-sama berkongsi kegembiraan. Maka antara yang menjadi kewajipan penting seorang Muslim ialah agar segera melepaskan kesempitan yang dialami oleh saudaranya. Dengan cara ini masyarakat yang sempurna dan tolong-menolong dapat diwujudkan.

2. Sebaliknya mencari-cari keburukan orang lain dan menyebarkannya pula adalah satu tanda kemunafikan kerana disebabkan perkara tersebut sesuatu kejahatan yang dilakukan itu boleh menjadi pemangkin kepada orang yang sepertinya agar lebih agresif dan liar dengan kejahatan hingga seluruh masyarakat menjadi rosak. Sesungguhnya balasan Allah SWT kepada makhluk-Nya adalah dalam bentuk yang menyerupai amalan yang dilakukan itu.

3. Menuntut ilmu amat digalakkan dalam agama kerana dengan ilmu memudahkan jalan ke Syurga.

4. Mereka yang hadir dalam majlis ilmu amat disukai oleh Allah dan malaikat-malaikatNya.

5. Allah menurunkan ketenangan dan rahmatNya di dalam majlis ilmu yang dihadiri.

6. Orang yang kurang amalannya tidak dapat dibantu atau ditampung oleh keturunannya.

Monday, January 10, 2011

Lenyapnya Ilmu Agama

Isnin, 6 Safar 1432H :-Diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr bin al-Ash r.a: “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Allah tidak akan mengambil kembali ilmu (agama) dengan mengambilnya dari (dalam hati) manusia, tetapi mengambilnya kembali dengan kematian para ulama hingga tidak bersisa, lalu orang ramai akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya yang apabila orang-orang itu bertanya kepada mereka, mereka akan memberikan jawapan-jawapan yang tidak didasarkan kepada ilmu. Maka mereka akan berada dalam kesesatan dan menyesatkan orang lain.” (HR al-Bukhari)

Keterangan :

1. Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang sangat mendorong umatnya untuk menuntut ilmu. Hadis menyebut tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China.

2. Ulama merupakan orang yang sangat memahami permasalahan agama dan mendalami ilmu agama. Ulama merupakan pewaris Nabi.

3. Di zaman ini, hampir tiada lagi ulama’ yang mempunyai penguasaan ilmu yang pelbagai melainkan hanya yang pernah belajar beberapa bidang ilmu tetapi hanya menguasai satu atau dua cabang ilmu sahaja.

4. Berbeza dengan zaman lampau, orang yang disebut sebagai ulama’ adalah mereka yang menguasai dengan “ahli” banyak cabang-cabang ilmu. Mereka bukan saja berbicara tentang ibadah tetapi melangkaui kehidupan seharian manusia dan pentadbiran negara. Golongan ulama ini semakin lama semakin pupus.

5. Kita perlu melapangkan masa bersama-sama mengkaji dan mengambil ilmu agama daripada mereka yang arif kerana kehidupan ini tidak akan berjalan dengan tertib tanpa bimbingan dari para ulama’.

6. Tetapi kenyataannya, ramai orang pada hari ini yang tidak memahami situasi tersebut sehingga mereka merasa mampu mengatur kehidupan dunia tanpa merasa perlu melibatkan golongan ulama.

7. Di akhir zaman ini, ulama dianggap sebagai kelompok mereka yang tidak mengetahui situasi dan kondisi, tidak memahami perkembangan zaman, menyusahkan kerja-kerja dunia mereka dan hanya sesuai berbicara dalam masalah ibadah dan akhirat semata. Akibatnya timbul sikap menolak meremehkan golongan ulama dan keterlibatan mereka dalam urusan pengaturan dunia.

8. Maka tidak hairan ada golongan manusia yang menjadikan orang-orang yang jahil dan bodoh tentang agama sebagai pemimpin mereka hingga akhirnya membawa kepada kesesatan dan kemusnahan pada diri mereka sendiri, umat dan negara.

Friday, January 7, 2011

Solat Tahiyatul Masjid

Jumaat, 2 Safar 1432H :Dari Abi Qatadah as-Salmi r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda “Apabila seseorang daripada kamu masuk ke masjid, hendaklah ia mengerjakan sembahyang (tahyatul masjid) dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR Bukhari)

Keterangan :

1. Solat Sunat Tahiyyatul Masjid merupakan solat sunat yang didirikan ketika memasuki masjid sebaiknya sebelum duduk.

2. Solat ini amat digalakkan dan seseorang itu digalakkan melakukan sunat Tahiyyatul Masjid walaupun ketika kutbah Jumaat sedang dibacakan pada hari Jumaat. Hadis Jabir bin Abdullah r.a katanya: Ketika Nabi s.a.w. sedang berkhutbah pada hari Jumaat, datanglah seorang lelaki. Rasulullah s.a.w bertanya kepadanya: Adakah engkau telah mendirikan sembahyang Tahiyyatulmasjid, Wahai Polan! Orang itu menjawab: Belum! Rasulullah s.a.w bersabda: Bangun dan sembahyanglah! (Sahih Muslim)

3. Masjid dan surau adalah tempat yang suci dan mulia yang diberi penghormatan dengan menamakannya “Baitullah” (rumah Allah).

4.. Baitullah yang paling besar dan agung adalah Baitullah al-Haram yang terletak di Makkah al-Mukarramah. Ia merupakan kiblat umat Islam di seluruh dunia.

5.‘Tahyat’ di sini bererti penghormatan iaitu sembahyang yang dikerjakan secara khusus semasa tiba di masjid.

6. Seorang jemaah sampai ke masjid pada waktu Zuhur dan bilal sedang melaungkan azan Zuhur, dan jemaah tersebut belum menunaikan solat Tahiyyatul Masjid. Dalam keadaan ini, apabila masuk waktu solat Zuhur, jemaah tersebut mempunyai dilema sama ada untuk menunaikan solat Tahiyyatul Masjid ataupun Solat Sunat Rawatib. Dalam keadaan ini, Islam mensyariatkan bahawa solat yang lebih berhak ke atas jemaah tersebut pada waktu itu adalah solat sunat Rawatib Zuhur dan bukannya solat sunat Tahiyatul masjid. Dengan mendirikan Rawatib Qabliyyah Zuhur, ulama mengira sudah memadai dan mendapat fadilat sunat Tahiyatul Masjid. (Mohd. Farid Ravi Abdullah - Utusan Malaysia Bicara Agama)

Thursday, January 6, 2011

Bulan Safar

Khamis; 1 Safar 1432H : Daripada Abu Hurairah ra. Bahawa Rasulullah SAW bersabda maksudnya : Tiada jangkitan, tiada sial, tiada jangkitan safar dan tiada jangkitan hammah (binatang berbisa yang membunuh) Seorang Arab Badwi berkata: “Apakah gerangan unta yang berada dalam pasir seakan-akan kijang betina lalu dicampuri oleh unta lain yang berkurap lalu menyebabkan ia berkurap? Rasulullah SAW bersabda : “ Siapakah yang menjangkitkan unta yang pertama?” ( HR al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad )

Keterangan :

1. Bulan Safar adalah bulan kedua mengikut perkiraan kalendar Islam.

2. Di dalam bulan ini masih ada sesetengah individu dalam masyarakat Islam yang melakukan perkara-perkara bidaah dan khurafat yang nyata bertentangan dengan syariat. Contohnya ialah upacara Mandi Safar. Apabila tiba bulan Safar, mereka yang tinggal berhampiran dengan pantai atau sungai akan mengadakan upacara mandi beramai-ramai dan kepercayaan perbuatan tersebut boleh menghapuskan dosa dan menolak bala.

3. Selain daripada itu kepercayaan orang-orang tua juga tidak menggalakkan majlis perkahwinan diadakan dalam bulan Safar ini kerana mereka percaya bahawa kedua-dua pengantin tidak akan mendapat zuriat.

4. Amalan dan kepercayaan seperti itu jelas bercanggah dengan syariat Islam dan sesiapa yang masih berpegang padanya akan rosak akidahnya.

5. Musibah atau bala bencana datang daripada Allah SWT dan tidaklah berlaku hanya pada bulan Safar sahaja.

6. Kepercayaan karut ini dilarang keras oleh Islam sebagaimana firman Allah SWT dalam surah at-Taubah ayat 51 yang maksudnya: “Katakanlah (wahai Muhammad) :“Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah kepada kami. Dialah Pelindung yang menyelamatkan kami, dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.”

Wednesday, January 5, 2011

Roh Mukmin Dan Roh Kafir

Rabu, 30 Muharan 1432H :- Dari Abu Hurairah r.a katanya:”Apabila roh orang-orang mukmin keluar dari tubuhnya dua orang malaikat menyambutnya dan menaikkannya ke langit.” Kata Hammad :”Kerana baunya harum seperti kasturi.” Kata penduduk langit “ Roh yang baik datang dari bumi. Sallallahu ‘alaika (semoga Allah melimpahkan kebahagiaan kepadamu) dan kepada tubuh tempat engkau bersemayam.” Lalu roh itu dibawa ke hadapan Tuhannya Azza wa Jalla. Kemudian Allah berfirman:”Bawalah dia ke Sidratul Muntaha dan biarkan di sana hingga hari kiamat.” Kata Abu Hurairah selanjutnya:” Apabila roh orang-orang kafir keluar dari tubuhnya – kata Hammad, berbau busuk dan mendapat makian-, maka berkata penduduk langit,”Roh jahat datang dari bumi.” Lalu diperintahkan, bawalah dia ke penjara dan biarkan di sana hingga hari kiamat.” (HR Muslim)

Keterangan:

1. Sesungguhnya kematian itu adalah sesuatu yang pasti akan berlaku terhadap setiap manusia yang bernyawa samada ia seorang mukmin atau kafir.

2. Kematian dan keluarnya roh dari jasad sesungguhnya amat menyiksakan.

3. Kematian orang-orang yang tidak beriman mempunyai banyak perbezaan dengan kematian orang-orang yang beriman. Tanda-tandanya bukan sahaja dapat dilihat oleh orang yang hidup bahkan ini diperakukan sendiri di dalam al-Quran melalui firman Allah S.W.T yang maksudnya:"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (al-Anfal :50).

4. Rasulullah s.a.w sekalipun dianggap sebagai kekasih Allah turut merasakan kesakitan sakratulmaut. Itupun baginda diperlakukan secara lembut oleh malaikat. Maka bayangkanlah bagaimana kesakitannya jika kita selaku insan biasa dapat berhadapan dengan situasi ini.

5. Oleh itu seharusnya kita sentiasa berwaspada agar tidak tergolong di kalangan orang-orang yang tidak beriman, lalai dan lupa kepada Allah kerana sudah pasti roh kita nanti bakal ditempatkan di dalam penjara sehingga hari kiamat.

Tuesday, January 4, 2011

Nafsu Manusia

Selasa, 29 Muharam 1432H : - Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:“Sekiranya anak Adam memiliki satu lembah daripada harta, nescaya ia mahu yang kedua dan sekiranya ia mempunyai dua lembah nescaya ia mahu yang ketiga. Tidak akan memenuhi perut anak Adam melainkan tanah dan Allah sentiasa menerima taubat orang yang bertaubat.”( HR Ahmad )

Keterangan :


i) Manusia secara semulajadinya bersifat tamak dan dengki terhadap kelebihan orang lain.

ii) Kedua-dua sifat ini membawa kerugian kerana ia akan melahirkan individu yang tidak bersyukur sehingga hubungan dalam masyarakat menjadi rosak akibat daripada berlakunya pergaduhan dan persengketaan sesama sendiri.

iii) Selaku umat Islam kita dituntut untuk sentiasa bersyukur kepada Allah kerana dengan bersyukur hati kita akan tenang dan redha di samping mempercayai bahawa rezeki itu terletak di tangan Tuhan. Kita wajib berusaha sedangkan yang menentukannya adalah Allah S.W.T. Bahkan Allah telah berjanji bahawa rezeki orang yang bersyukur akan ditambah sebaliknya pula bagi orang kufur (tidak bersyukur).

iv) Lawan kepada sikap tamak itu adalah bersikap sederhana iaitu menolak keterlaluan di mana kita dituntut agar bersederhana dalam menetapkan sesuatu peraturan, perbelanjaan dan sebagainya tetapi mestilah menyeimbangkannya terutama dalam memenuhi tuntutan keduniaan dan tuntutan akhirat.