Wednesday, May 2, 2018

Memilih Pemimpin Negara

Rabu, 16 Sya'aban 1439H : Memilih pemimpin negara adalah perkara yang amat penting dalam kehidupan bernegara. Jika kita memilih pemimpin negara yang jujur, baik, cerdas dan amanah, niscaya rakyatnya akan makmur. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak jujur, korup, serta menzalimi rakyatnya, niscaya rakyatnya akan sengsara.


Oleh karena itulah Islam memberikan pedoman dalam memilih pemimpin yang baik. Dalam Al Qur’an, Allah SWT memerintahkan ummat Islam untuk memilih pemimpin yang beriman: Antara Firman Allah : 

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimmpin (mu): sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagiaa yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang yang zalim " (QS. Al-Maidah: 51)

"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim" (At Taubah:23) 

"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman atau pelindung)" (An Nisaa:144) 

"Janganlah orang-orang  mukmin mengambil orang-orang kafir jadi pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali Imran:28)

Selain beriman, seorang pemimpin juga harus adil:

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “ada tujuh golongan manusia yang kelak akan memperoleh naungan dari Allah pada hari yang tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya, (mereka itu ialah): 

1. Imam/pemimpin yang adil 
2. Pemuda yang terus-menerus hidup dalam beribadah kepada Allah 
3. Seorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid
4. Dua orang yang bercinta-cintaan karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah pun karena Allah
5. Seorang pria yang diajak (berbuat serong) oleh seorang wanita kaya dan cantik, lalu ia menjawab “sesungguhnya aku takut kepada Allah”
6. Seorang yang bersedekah dengan satu sedekah dengan amat rahasia, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya 
7. Seorang yang selalu ingat kepada Allah (dzikrullâh) di waktu sendirian, hingga melelehkan air matanya.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat dengan taqwa…” (Q.s. Al-Maidah 5: 8)

Keadilan yang diserukan al-Qur’an pada dasarnya mencakup keadilan di bidang ekonomi, sosial, dan terlebih lagi, dalam bidang hukum. Seorang pemimpin yang adil, indikasinya adalah selalu menegakkan keutamaan hukum; memandang dan memperlakukan semua manusia sama di depan hukum, tanpa pandang bulu. Hal inilah yang telah diperintahkan al-Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah ketika bertekad untuk menegakkan hukum (dalam konteks pencurian), walaupun pelakunya adalah puteri beliau sendiri, Fatimah. Allah berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau bapak ibu dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin, Allah lebih mengetahui kemaslahatan keduanya”. (Qs. An-Nisa; 4: 135)

Disebutkan dalam sebuah kesah, ketika seorang perempuan dari suku Makhzun dipotong tangannya lantaran mencuri, kemudian keluarga perempuan itu meminta Usama bin Zaid supaya memohon kepada Rasulullah SAW untuk membebaskannya, Rasulullah SAW pun marah. Beliau bahkan mengingatkan bahwa, kehancuran masyarakat sebelum kita disebabkan oleh ketidakadilan dalam melaksanakan hukum seperti itu.

Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “ Adakah patut engkau memintakan kebebasan dari satu hukuman dari beberapa hukuman (yang diwajibkan) oleh Allah? Kemudian ia berdiri lalu berkhutbah, dan berkata: ‘Hai para manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu rosak/binasa dikeranakan apabila orang-orang yang mulia diantara mereka mencuri, mereka bebaskan. Tetapi, apabila orang yang lemah mencuri, mereka berikan kepadanya hukum’. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, Ahmad, Dariini, dan Ibnu Majah)

“Sesungguhnya Allah akan melindungi negara yang menegakkan keadilan walaupun ia kafir, dan tidak akan melindungi negara yang dzalim (tiran) walaupun ia muslim”. (Mutiara I dr Ali ibn Abi Thalib)

Pilihlah pemimpin yang jujur:


Dari Ma’qil ra. Berkata: saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw. Dan saya telah mendengar beliau bersabda: “seseorang yang telah ditugaskan Tuhan untuk memerintah rakyat (pejabat), kalau ia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak akan memperoleh bau surga”. (HR. Bukhari)

Pilihlah pemimpin yang bersungguh-sungguh dan ikhlas mahu mencegah dan memberantas kemungkaran seperti korupsi, nepotisme, manipulasi, dll: Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka hendaknya merubah dengan lisannya, jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itulah selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim)

Pilih pemimpin yang bisa mempersatukan ummat, bukan yang fanatik terhadap kelompoknya sendiri:

Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyatakan dalam Al Qur’an : “ … Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian, orang-orang Muslim, dari dahulu … .” (QS. Al Hajj : 78)

Dalam menafsirkan ayat di atas, Imam Ibnu Katsir menukil satu hadits yang berbunyi : “Barangsiapa menyeru dengan seruan-seruan jahiliyah maka sesungguhnya dia menyeru ke pintu jahanam.” Berkata seseorang : “Ya Rasulullah, walaupun dia puasa dan shalat?” “Ya, walaupun dia puasa dan shalat, walaupun dia mengaku Muslim. Maka menyerulah kalian dengan seruan yang Allah telah memberikan nama atas kalian, yaitu : Al Muslimin, Al Mukminin, Hamba-Hamba Allah.” (HR. Ahmad jilid 4/130, 202 dan jilid 5/344)

Ada beberapa sifat baik yang harus dimiliki oleh para Nabi, yaitu: Amanah (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta tabligh (berkomunikasi dgn baik dgn rakyatnya). Sifat di atas juga harus dimiliki oleh pemimpin yang kita pilih. 

Pilihlah pemimpin yang amanah, sehingga dia benar-benar berusaha mensejahterakan rakyatnya. Bukan hanya pandai menjual aset negara atau kekayaan Negara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Pilih pemimpin yang cerdas, sehingga dia tidak bisa ditipu oleh anak buahnya atau kelompok lain sehingga merugikan negara. Pemimpin yang cerdas punya visi dan misi yang jelas untuk memajukan rakyatnya.

Dalam Islam, kepemimpinan itu penting, sehingga Nabi pernah berkata, “jika kalian berpergian, pilihlah satu orang jadi pemimpin. Jika hanya berdua, maka salah satunya jadi pemimpin.” Sholat wajib pun yang paling baik adalah yang ada pemimpinnya (imam). Kepentingan memilih pemimpin juga dapat dilihat apabila wafatnya Rasulullah SAW, dimana para sahabat yang agong lagi rapat dengan Rasulullah SAW seperti Abu Bakar ra, Umar ra, Osman ra ,dan sahabat besar yang lain tidak ada semasa urusan pengkebumian baginda kerana memilih Khalifah (pemimpin ) untuk memimpin umat seterusnya.


Wa’allahualam

Doa Berlindung Dari Seksa Kubur

Rabu, 16 Sya'aban 1439H: Dikatakan oleh Abdullah ibnu Abbas: "Rasulullah saw mengajarkan kepada kami doa memohon perlindungan dan seksa kubur, sebagaimana ketika beliau mengajarkan Al-Quran kepada kami,

Sabda beliau: "Ucapkanlah (dalam tasyahudmu) yang terakhir: "Allahumma innaa na'uudzubika min 'adzaabi jahannama wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabri wa a'uudzubika min fitnatil masiihid-dajjal wa a'uudzu bika min fitnatil mahya wal mamaati"

("Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari seksa jahanam, dari seksa kubur, dari fitnah masiihid dajjal dan dari fitnah dalam kehidupan dan setelah mati.")

Hadis Sunan An-Nasai Jilid 2. Hadis Nombor 2032.

Wednesday, April 25, 2018

Memilih Pemimpin

Rabu, 9 Syaában 1439H: Mari kita meneliti pesanan Rasulullah s.a.w. kepada Abu Zar al-Ghifari yang datang memohon jawatan kepada Rasulullah s.a.w.;

Sabda Nabi s.a.w. maksudnya: "Wahai Abu Zar, Sesungguhnya engkau ini lemah, sedangkan jawatan itu adalah amanah. Ianya pada hari akhirat nanti adalah kerugian dan penyesalan, kecuali sesiapa yang mengambilnya dengan kelayakan dan menunaikan apa yang menjadi tuntutannya." ( Riwayat Muslim dalam Sahihnya, kitab al-Imarah..)

Dalam riwayat al-Imam Muslim yang lain : Daripada Abu Zar, bahawa Rasulullah S.A.W bersabda: "Wahai Abu Zar, sesungguhnya aku melihat engkau seorang yang lemah, sesungguhnya aku suka untuk engkau apa aku suka untuk diriku. Maka jangan engkau menjadi ketua ke atas dua orang dan jangan engkau uruskan harta anak yatim.


Dalam hadith ini Rasulullah SAW tidak memberikan jawatan sekalipun kepada Abu Zar, seorang sahabat yang sangat dikasihi baginda, apabila dilihat ciri-ciri kelayak tidak wujud sepenuh. Abu Zar adalah seorang sahabi yang soleh lagi warak dan zuhud. Namun begitu, amanah jawatan dan politik berhajat ciri-ciri yang yang lebih dari itu, yang bukan semua individu memilikinya. Justeru itu tidak semua sahabah layak mengendalikan urusan siyasah atau politik seperti al-Khulafa ar-Rasyidun. Demikian juga bukan semua mereka kuat agama boleh mengendalikan urusan politik.


Hadith ini juga menjelaskan besarnya tanggungjawab kepimpinan dan pengurusan di dalam Islam dan bukan sebarangan individu yang benar-benar mampu memikulnya. Justeru itu memberikannya kepada seseorang yang tidak memiliki keahlian atau kelayakan adalah punca kerosakan masyarakat dan umat. Kerosakan sistem masyarakat menatijahkan kerosakan individu keseluruhannya. Nabi SAW sering memberi amaran tentang kemusnahan hidup apabila amanah dikhianati.


Sabda Nabi SAW Maksudnya:  "Daripada Abu Hurairah dia berkata: “Ketika Nabi SAW di dalam suatu majlis berbicara dengan orang ramai maka datang seorang `arab badawi lalu bertanya: "Bilakah hari kiamat?". Rasulullah SAW meneruskan ucapannya. Ada yang berkata "Baginda dengar (apa yang ditanya) tetapi baginda tidak suka apa yang ditanya". Sementara yang lain pula berkata "Bahkan baginda tidak mendengar". Apabila telah selesai ucapannya, baginda bertanya: "Manakah orang yang menyoal". Jawab (badawi tersebut): "Saya di sini wahai Rasulullah". Baginda bersabda: "Apabila dihilangkan amanah maka tunggulah kiamat". Tanya badawi tersebut: "Bagaimanakah menghilangkan amanah itu". Sabda baginda: "Apabila diserahkan urusan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamat". ( Riwayat al-Bukhari.)


Firman Allah (maksudnya) :"Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu berhukum di kalangan manusia hendaklah kamu berhukum dengana `adil." ( Surah an-Nisa': ayat 58)


Kata al-Imam al-Qurtubi : "Ayat ini adalah pusat segala hukum-hakam yang mengandungi seluruh isi agama dan syara'." Katanya juga: "Yang sebenarnya ayat ini adalah umum untuk semua manusia, ianya menyentuh para pemerintah mengenai amanah yang mereka tanggung dalam membahagikan harta-harta, menolak segala kezaliman dan adil dalam pemerintahan. Demikian juga, ayat ini juga menyentuh golongan yang selain mereka.."   (Al-Jami` li Ahkam al-Quran, 5/256, cetakan Dar al-Fikr, Beirut).


Itulah titah perintah Allah, agar posisi penting di dalam kepimpinan umat hanya diberikan kepada yang benar-benar layak menyendalikannya sehingga tidak berlakunya kepincangan, kecacatan dan kezaliman. Persoalan amanah merangkumi setiap aspek hidup, terutamanya persoalan kenegaraan. Termasuk dalam rangkaian amanah persoalan pentadbiran rumahtangga, pejabat, kampung, sekolah dan seumpamanya. Namun huraian para ulama banyak tertumpu kepada persoalan sistem politik dan negara kerana natijah kerosakan adalah besar jika amanah mengenainya diabaikan. Sekiranya pemimpin yang dipilih berkelayakan maka sejahteralah seluruh rangkaian di bawahnya. Sekiranya cacat maka cacatlah seluruh rangkaian dibawahnya.


Di atas nama amanah maka seseorang dituntut membuat pemilihan dan perlantikan yang tepat dengan tuntutan jawatan yang ada. Sekiranya tidak, maka dia dianggap pengkhianat. Apakah ciri-ciri yang jika seseorang melandasinya maka dia tidak dianggap khianat dalam perlantikan?

Ciri-ciri pemimpin yang perlu di pilih:


Secara umumnya pemilihan yang bertanggungjawab berteraskan dua ciri asas yang mesti ada pada tokoh yang bakal dipilih iaitu ciri al-Quwwah dan al-Amanah.


Allah menyebut di dalam al-Quran menceritakan kisah Musa a.s.: (maksudnya) "Sesungguhnya sebaik-baik orang yang hendak engkau ambil bekerja ialah yang kuat (berkemampuan) dan amanah (dipercayai)." ( Surah al-Qasas ayat: 26 )


Maka tugasan yang diberikan kepada seseorang wajar dilihat pada dua ciri utama yang disebut di dalam nas di atas. Ini seperti yang dihuraikan oleh Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah di dalam as-Siyasah asy-Syar`iyyah fi Islah ar-Ra`i wa ar-Ra`iyyah iaitu:


Pertama: Al-Quwwah iaitu kekuatan, kemampuan dan kemahiran menjalankan tugas. Ciri-ciri al-Quwwah atau kemampuan merujuk bidang tugas yang diberikan. Contohnya, jika jawatan berkenaan berkaitan ekonomi konsep al-Quwwah merujuk kepada kemahirannya dalam pengurusan ekonomi. Bagi bidang kehakiman maka al-Quwwah merujuk kepada pengetahuan dalam persoalan hukum-hakam. Dalam bidang ketenteraan merujuk kepada persoalan kepakaran medan perang, semangat juang dan keberanian.

Kedua: Al-Amanah iaitu bersikap amanah atau bertanggungjawab. Ini merujuk kepada tiga perkara utama iaitu: Takutkan Allah, Tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah untuk mendapat habuan dunia dan tidak takutkan manusia.



Kata Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah: "Hendak dipastikan orang yang terbaik bagi setiap jawatan, kerana sesungguhnya kepimpinan itu mempunyai dua rukun iaitu al-Quwwah dan al-Amanah. Ini seperti yang Allah firmankan: (maksudnya) "Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah yang kuat lagi amanah." ( Surah al-Qasas ayat: 26)



Firman Allah dalam menyifatkan Jibril: (maksudnya) "Sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi (Allah) yang mempunyai `arsy. Yang ditaati (di alam malaikat) lagi dipercayai) .  ( Surah al-Takwir ayat 19-21)


Kata Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah lagi: "Al-Quwwah dinilai pada setiap kepimpinan berdasarkan keadaannya. al-Quwwah dalam mengetuai peperangan merujuk kepada keberanian hati, pengalaman dalam peperangan, tipu daya peperangan kerana peperangan itu adalah tipu daya dan kemampuan dalam berbagai jenis peperangan. ...

al-Quwwah dalam kehakiman manusia merujuk kepada ilmu mengenai keadilan seperti yang ditunjukkan oleh al-Quran dan as-Sunnah dan kepada kemampuan melaksanakan hukum. Dan amanah pula merujuk kepada perasaan takutkan Allah, tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah dan tidak takutkan manusia.
Inilah tiga ciri yang ditetapkan Allah bagi setiap yang memerintah manusia, firman Allah: (maksudnya): "Kerana itu janganlah kamu takutkan manusia (tetapi) takutlah Aku, jangan kamu membeli ayat-ayatKu dengan harga yang sedikit. Barang siap yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir” ( Surah al-Maidah: ayat 44 )..
Oleh itu sesiapa yang melantik atau memilih seseorang bagi mengendalikan sesuatu urusan yang berkait dengan umat tanpa diteliti persoalan al-Quwwah dan al-Amanah atau persoalan kemampuan dan amanah bererti telah menyerahkan urusan bukan kepada ahlinya. Perbuatan itu mengundang kemurkaan Allah.

Di mana pun jawatan yang dipegang , sama ada pemimpin negara di peringkat negara atau negeri atau apa sahaja, maka setiap tugasan yang bakal diserahkan kepadanya berpandukan konsep al-Quwwah iaitu kemampuan untuk melaksanakan dan al-Amanah iaitu perasaan takutkan Allah dari melakukan pengkhianatan atau kecuaian. Sekiranya dua perkara ini dipastikan, maka sudah tentu tanggungjawab kepimpinan tidak akan dicemari, kekusutan masyarakat tidak akan timbul.


Kadangkala kita mungkin bertembung dengan satu masalah iaitu ketandusan tokoh untuk sesuatu jawatan melainkan dua orang atau jenis kelompok sahaja, seorang atau satunya daripadanya memiliki al-Quwwah atau kekuatan dan kemampuan tetapi kurang amanah, sementara seorang lagi satu kelopok lagi memiliki ciri amanah iaitu solih dan bertanggungjawab tetapi lemah atau tidak berkemampuan, siapakah yang patut dipilih?



Dalam hal ini maka para `ulama al-siyasah al-syar`iyyah menyatakan pemilihan dalam keadaan sebegini hendaklah dilihat kepada jenis atau keadaan jawatan yang hendak diserahkan, kemudian menilai siapakah yang paling boleh memberi manfaat dan paling kurang mudharatnya apabila menduduki jawatan tersebut. Sekiranya jawatan berkenaan berteraskan kepada kekuatan seperti medan peperangan maka hendaklah didahulukan yang memiliki kekuatan dan keberanian walaupun kurang solih ataupun tidak baik peribadinya. Sekiranya jawatan berhajat kepada amanah yang lebih seperti mengendalikan kewangan maka hendaklah didahulukan yang amanah walaupun ada kelemahan dalam pengurusannya.


Kata Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah: [i]"Apabila dua orang lelaki, salah seorangnya lebih amanah dan seorang lagi lebih kuat (mampu) maka hendaklah didahulukan yang lebih bermanfaat untuk jawatan berkenaaan dan paling kurang mudharatnya bagi jawatan tersebut. Maka dalam mengepalai peperangan, lelaki yang kuat dan berani walaupun padanya ada kejahatan diutamakan dari lelaki yang lemah dan tidak berkemampuan walaupun dia seorang yang amanah.

Ini seperti yang ditanya kepada al-Imam Ahmad: Mengenai dua lelaki yang menjadi ketua di dalam peperangan, salah seorangnya kuat tetapi jahat dan seorang lagi solih tetapi lemah, siapakah yang layak berperang? Jawab al-Imam Ahmad: "Yang kuat dan jahat, kekuatan untuk kepentingan orang Islam, kejahatannya untuk dirinya sendiri adapun yang solih tetapi lemah maka kesolihannya untuk dirinya tetapi kelemahannya merugikan orang Islam"


Oleh itu usaha untuk memilih pemimpin yang memiliki dengan sempurna kedua-dua ciri ini adalah tanggungjawab besar umat agar terpeliharanya kita daripada golongan yang khianat dan merosakkan masyarakat. Perlu disedari, apa ertinya jika generasi pakar teknologi atau ilmu-ilmu lain yang tanpa amanah atau dalam kata lain tiada perasaan takutkan Allah yang akan menyebabkan mereka menggunakan kepintaran dan kecekapan untuk merosakkan tanggungjawab, melanggar hukum-hakam Allah sekaligus merosakkan umat. Pun begitu kita juga tidak mahu menyerahkan tugasan kepimpinan umat kepada suatu kelompok manusia yang baik, salih atau pandai agama tetapi jahil tentang selok belok pentadbiran dan perlaksanaannya sehingga mudah ditipu oleh golongan musuh dan pengkhianat yang menyebabkan kelemahan dan kelembapan perjalanan urusan umat. Maka menjadi tanggungjawab umat mencari pemimpin yang solih lagi takutkan Allah dengan melaksanakan seluruh arahan dan meninggalkan seluruh tegahanNya di samping pakar dan cekap dalam mengendalikan pentakbiran dan urusan.


Sunnah Puasa di Bulan Syaában.

Rabu, 9 Sya'aban 1439H: Dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah katanya: "Kadang-kadang kami para isteri Nabi tidak sempat membayar puasa Ramadhan yang tertinggal kecuali jika telah tiba bulan Sya'ban.

Dan Rasulullah saw tidak pernah berpuasa sebulan penuh atau hampir sebulan terkecuali di bulan Sya'ban. Boleh dikatakan beliau sering berpuasa sunnah di bulan Sya'ban sebulan penuh".

Hadis Sunan An-Nasai Jilid 2. Hadis Nombor 2144.

Tuesday, April 24, 2018

Paling DiSukai Allah

Selasa, 8 Sya'aban 1439H: Dari 'Aisyah r.a., katanya: "Rasulullah saw. tidak pernah puasa sunat tiap bulan dalam setahun, lebih banyak daripada puasanya di bulan Sya'aban.
Beliau bersabda, "Beramallah kamu sesuai dengan kemampuanmu. Sesungguhnya Allah tidak pernah bosan (memberi pahala) sehingga kamu sendiri yang bosan beramal. Sedangkan amal yang paling disukai Allah ialah amal yang dilakukan secara tetap walaupun sedikit."
Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 1126.

Monday, April 23, 2018

Bertaqwa Kepada Allah

Isnin, 7 Sya'aban 1439H: Daripada Abu Zar RA beliau berkata; Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku: "Bertaqwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutilah setiap (amalan) kejahatan dengan (amalan) kebaikan yang dapat menghapuskannya serta berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik." 

Hadith semakna juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah.  Abu Isa berkata; Ini adalah hadith hasan sahih.

(Hadith riwayat at-Tirmizi)

Pengajaran Hadith ;

1.Taqwa kepada Allah SWT merupakan kewajipan setiap Muslim dan menjadi benteng daripada melakukan  kejahatan dan maksiat.
2.Bersegeralah melakukan kebaikan setelah menyedari atau melakukan kejahatan dan maksiat.
3.Para ulama’ bersepakat bahawa kebaikan hanya dapat menghapuskan dosa-dosa kecil sahaja. Adapun dosa besar seperti derhaka kepada ibu bapa, membunuh, memakan riba, meminum arak dan selainnya tidak akan terhapus kecuali dengan bertaubat.
4.Setiap Muslim hendaklah bersungguh-sungguh untuk menjauhi amalan kejahatan dan memperbanyakkan amalan kebaikan serta menghias diri dengan akhlak mulia.

Friday, April 13, 2018

Persediaan Solat Jumaat

Jumaat, 26 Rejab 1439H: Mewartakan kepada kami Sahl bin Abu Sahl dan Hautsarah bin Muhammad, mereka berkata: Mewartakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al-Qaththan, dari Ibnu 'Ajlan, dari Sa'id Al-Maqburiy, dari ayahnya, dari 'Abdullah bin Wadi'ah, dari Abu Dzarr, dari Nabi SAW. 

Beliau bersabda: "Barangsiapa mandi di hari Jumaat, kemudian membaguskan mandinya, bersuci lalu membaguskan sucinya, memakai pakaian yang paling bagus, memakai minyak wangi keluarganya apa yang Allah tetapkan, kemudian mendatangi Jumaat, tidak berbuat sia-sia dan tidak memisahkan antara dua orang, maka akan diampuni dosa-dosa yang terjadi antara Jumaat ini dan Jumaat yang lain." 

Dalam Az-Zawa-id; Isnadnya Shahih dan para perawinya terpercaya.

Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 2. Hadis Nombor 1097.

Thursday, April 12, 2018

Jangan Terburu-Buru

Khamis, 25 Rejab 1439H: Berita dari Ibnu Umar r.a. mengatakan bahawa Rasulullah saw. bersabda: 

"Apabila makan malam telah dihidangkan, dan qamat untuk solat telah diucapkan, dahulukanlah makan malam dan jangan terburu-buru hingga kamu selesai makan.

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0382

Wednesday, April 11, 2018

Bersikap Tenang

Rabu, 24 Rejab 1439H: Berita dari Abu Qatadah r.a. mengatakan, bahawa Rasulullah saw. bersabda:

"Apabila muadzin telah qamat untuk solat, maka janganlah kamu berdiri lebih dahulu, sebelum melihat ku (berdiri di hadapanmu), dan hendaklah kamu bersikap tenang. "

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0361.

Tuesday, April 10, 2018

Terlupa Mandi Junub

Selasa, 23 Rejab 1439H: Abu Hurairah r.a. menceritakan: " (Pada suatu ketika) orang telah qamat untuk solat. Saf telah diluruskan sambil berdiri. Rasullullah saw. datang kepada kami. Setelah beliau berdiri di tempatnya biasa solat, tiba-tiba ia teringat bahawa beliau junub.

Beliau berkata kepada kami, "Tunggulah sebentar!"

Sesudah mandi ia datang kembali kepada kami, sedangkan rambutnya masih basah. Lalu beliau takbir dan solat bersama-sama dengan kami."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0176.

Monday, April 9, 2018

Qamat Solat Jamak

Isnin, 22 Rejab 1439H: Dari Ibnu Umar r.a., katanya: "Nabi saw. pernah menjamakkan solat Maghrib dan Isyak ketika di Jama' (Muzdalifah).

Tiap-tiapnya dengan satu qamat tanpa solat sunat antara keduanya dan tidak pula setelah keduanya selesai."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 2. Hadis Nombor 0861.

Thursday, April 5, 2018

Solat Sesudah Qamat

Khamis, 16 Rejab 1439H: Berita dari Malik bin Buhainah r.a., mengatakan. bahawa Rasulullah saw. pernah melihat seorang laki-Iaki solat dua rakaat sesudah qamat. 

Ketika Rasulullah saw. telah selesai solat, dan orang banyak memandang hairan kepada orang itu, maka Rasulullah saw. bersabda: "Subuh! Subuh! Subuh! Subuh!" (empat kali)."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0379.

Wednesday, April 4, 2018

Apabila Azan & Qamat

Rabu, 17 Rejab 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : "Apabila orang azan, maka syaitan lari terkentut-kentut sampai tak kedengaran lagi olehnya azan. 

Apabila azan telah selesai, dia kembali pula. Kemudian, apabila orang qamat dia lari pula, dan apabila qamat telah selesai dia datang pula kembali menggoda orang (yang sedang solat). 

Dia membisik, "Ingatlah ini dan itu!" Yaitu hal-hal yang tidak pernah diingatnya selama ini, sehingga orang lupa telah berapa rakaat dia solat. 

Maka apabila kamu lupa telah berapa rakaat kamu solat, sujudlah dua kali ketika sedang duduk (sujud sahwi)."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0522.

Tuesday, April 3, 2018

Diperlihatkan Syurga Dan Neraka

Selasa, 16 Rejab 1439H: Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Nabi saw. bersabda: "Setiap yang masuk ke dalam syurga, diperlihatkan kepadanya tempat diamnya dalam neraka, kalau seandainya dia melakukan kesalahan, supaya dengan itu bertambah syukurnya kepada Tuhan.

Setiap orang yang masuk ke dalam neraka, diperlihatkan kepadanya tempat diamnya di dalam syurga, kalau seandainya dia mengerjakan perbuatan baik, supaya dengan itu timbul penyesalannya."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. Hadis Nombor 1767.

Monday, April 2, 2018

Tinggalkan Yang Meragukanmu

Isnin, 15 Rejab 1439H: Daripada Abi Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Talib RA katanya : Aku telah menghafal daripada Rasulullah SAW : "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu kerana kebenaran/kejujuran itu ketenangan dan sifat dusta itu mendatangkan keraguan."

(Hadith Sahih riwayat At-Tirmizi, No.Hadith : 2518)

Pengajaran Hadith :

1.Maksud perkataan الريبة adalah meninggalkan apa yang mendatangkan syak (keraguan) dalam hati pada sesuatu perkara dan berpegang kepada sesuatu yang tidak mendatangkan syak (keraguan) pada perkara tersebut.

2.Galakan untuk bersifat benar kerana itu adalah sumber kepada kebaikan dan peringatan untuk menjauhi sifat dusta kerana itu adalah punca bagi setiap keburukan.

3.Hendaklah seseorang itu menjauhi perkara yang mendatangkan syubhah (keraguan) kepadanya dan berpegang kepada perkara yang jelas lagi nyata kerana sesiapa yang menjauhi perkara syubhah maka sesungguhnya dia telah membersihkan agamanya dan maruah dirinya. Sebaliknya sesiapa yang terjatuh dalam perkara syubhah, maka dia telah jatuh dalam perkara yang haram.

Friday, March 30, 2018

Penciptaan Bumi

Jumaat, 12 Rejab 1439H: Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. memegang tangannya, lalu beliau bersabda: 
 
"Allah Azza wa Jalla menjadikan tanah pada hari Sabtu, memasakkan gunung pada hari Ahad, menumbuhkan pohon-pohon pada hari Isnin, menjadikan bahan-bahan mineral pada hari Selasa, menjadikan cahaya pada hari Rabu, menebarkan binatang pada hari Khamis, dan menjadikan Adam Alaihissalam sesudah Asar pada hari Jumaat setelah selesai tercipta seluruh makhluk dan pada saat terakhir di hari Jumaat antara 'Asar dan malam." 
 
Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2388.

Thursday, March 29, 2018

Doa Rasulullah Yang Tidak DiPerkenankan Allah

Khamis, 15 Rejab 1439H: Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapanya r.a. katanya, "Pada suatu hari Rasulullah saw. datang dari daerah perbukitan. Ketika beliau sampai di Masjid Bani Mu'awiyah beliau masuk ke masjid lalu solat dua rakaat. Kami pun solat pula bersama-sama dengan beliau. Beliau mendoa kepada Tuhan panjang sekali. 
 
Setelah mendoa beliau berpaling kepada kami lalu bersabda, "Aku memohon kepada Tuhan ku tiga perkara. Dia memperkenankan dua perkara dan menolak satu perkara. Aku memohon kepada Tuhan ku supaya jangan membinasakan ummat ku dengan musim susah yang panjang, maka diperkenankan. 
 
Aku memohon supaya ummat ku jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang melanda ummat Nabi Nuh, atau seperti tentera dan Raja Fir'aun yang ditenggelamkan di lautan), permohonanku itu diperkenankan-Nya juga. 
 
Aku memohon supaya ummat ku jangan dibinasakan kerana pertentangan sesama mereka. Permohonan ini tidak diperkenankan." 
 
Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2464.

Wednesday, March 28, 2018

Anggota Sujud

Rabu, 10 Rejab 1439H: Dari 'Abdullah bin 'Abbas r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Aku diperintahkan sujud dengan tujuh anggota dan tidak dibolehkan melapisinya dengan rambut atau dengan pakaian, yaitu: 

(1) Kening dan hidung,
(2) dua tangan,
(3) dua lutut, dan
(4) dua ujung kaki."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0444.

Tuesday, March 27, 2018

Setiap Cubaan Menghapuskan Dosa

Selasa, 9 Rejab 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Tatkala telah turun ayat yang mengatakan: "Siapa melakukan suatu kejahatan, nescaya dia akan dibalas kerananya." (An Nisa', 4: 123), maka kaum muslimin sangat gusar kerananya.

Oleh kerana itu Rasulullah saw. bersabda: "Sederhanalah kamu dalam segala urusan (jangan berlebih-lebihan dan jangan pula lalai). 

Perbuatlah yang benar sesempurna mungkin, kerana setiap cubaan yang ditimpakan kepada kaum muslimin, akan menghapus dosa, walaupun cubaan itu hanya berupa kaki tersandung atau tertusuk duri."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2206.

Monday, March 26, 2018

Apabila Ragu Dalam Solat

Isnin, 8 Rajab 1439H: Dari Abdullah r.a., katanya: "Pada suatu ketika Rasulullah saw. solat melebihi atau kurang dari jumlah rakaat yang semestinya. Setelah beliau memberi salam, ditanyakan orang kepadanya: "Ya, Rasulullah! Apakah ada perubahan dalam solat?"

Tanya Nabi saw., "Mengapa begitu tanya anda?"

Jawab mereka, "Anda solat begini, begini, begini."

Lalu beliau menyimpuhkan kedua kakinya menghadap ke kiblat, kemudian sujud dua kali dan sesudah itu memberi salam.

Kemudian beliau menghadapkan mukanya kepada kami seraya bersabda: "Jikalau ada suatu perubahan tentang cara solat, tentu ku beritahukan kepada anda semua. Aku adalah manusia pelupa seperti anda juga. Kerana itu, apabila aku lupa ingatkan lah aku.

Dan apabila kamu ragu dalam solat tentang jumlah rakaatnya, ambillah yang pasti (iaitu jumlah yang sedikit), lalu cukupkanlah, kemudian sujudlah dua kali."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0526

Tuesday, March 20, 2018

Berdebat

Selasa, 2 Rajab 1439H: Dari Abdullah bin Amr r.a. katanya: "Pada suatu hari aku bangun pagi-pagi pergi ke tempat Rasulullah saw. Maka terdengar suara dua orang lelaki berdebat mengenai sebuah ayat. 
 
Kerana itu Rasulullah saw. keluar mendatangi kami. Di wajah beliau terlihat tanda kemarahan.

Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya umat yang sebelum kamu mendapat celaka kerana mereka berselisih mengenai Kitab Allah."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2289.

Monday, March 19, 2018

Hargai Pemberian Tertangga

Isnin, 1 Rajab 1439H: Dari Abu Hurairah r.a, katanya: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

"Hai para kaum Muslimat! Janganlah seorang tetangga menganggap tiada berharga pemberian kepada tetangganya, walaupun pemberiannya hanya berupa kaki kambing saja.".

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. Hadis Nombor 1703.

Friday, March 16, 2018

Barang Yang Dijumpai


Jumaat, 28 Jamadilakhir 1439H: Dari Zaid bin Khalid r.a., katanya: Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah s.a.w. bertanya tentang barang yang dijumpai di jalan. Beliau bersabda: 
 
"Ketahui di mana benda itu dijumpai dan bagaimana tali pengikatnya (tanda-tandanya), kemudian umumkan kepada orang banyak selama setahun. Kalau pemiliknya datang, serahkan kepadanya. Tetapi kalau dalam masa itu tidak ada orang yang datang, kamu dapat berbuat sesukamu dengan benda itu." 
 
Laki-laki itu bertanya: "Kalau kambing yang didapat bagaimana?"
 
Nabi menjawab: "Kambing itu untukmu, atau untuk saudara mu, atau untuk serigala." 
 
Laki-laki itu bertanya lagi: "Kalau unta bagaimana?"
 
Nabi menjawab: "Kamu tidak perlu mengambilnya. Binatang itu sanggup mencari minum dan tebal kulit kakinya. Ia dapat pergi sendiri ke tempat air dan makan rumput, sampai nanti pemiliknya datang."
 
Hadis Sahih Bukhari Jilid 3. Hadis Nombor 1151.

Thursday, March 15, 2018

Sifat Tawakal Kepada Allah SWT

Khamis, 27 Jamadilakhir 1439H: Daripada Abu Hurairah RA, daripada Nabi SAW bersabda: "Akan masuk syurga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung." 

(Hadith riwayat Muslim, No.Hadith : 2840).

Pengajaran Hadith :
  •  Setiap orang Mukmin hendaklah bertawakal kepada Allah SWT sebagaimana sifat seekor burung walaupun tidak diberikan akal tetapi ia tidak duduk diam sahaja disarangnya. Ia akan keluar untuk mencari rezeki dan pulang dengan perut yang penuh dengan makanan kerana yang memberi rezeki adalah Allah SWT.
  • Sifat tawakal akan terhasil apabila adanya sifat khauf (takut) hanya kepada Allah SWT yang disertai keyakinan yang jitu dalam setiap waktu dan keadaan kerana hakikat sebenar tawakal adalah dengan mengambil sebab-sebab dan usaha demi mencari rezeki.
  • Seseorang akan dimasukkan ke dalam syurga dengan sebab tawakalnya yang penuh dengan sifat keimanan dan khauf (takut) kepada Allah SWT.
 Sumber rujukan :
1- Kitab Sahih Muslim
2- Kitab Syarh Sahih Muslim Li An-Nawawi.
3- Kitab Nuzhatul Muttaqqin Syarh Riyadus Salihin.

Wednesday, March 14, 2018

Cara Rasulullah SAW Berwuduk

Rabu, 26 Jamadilakhir 1439H: Seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Zaid r.a. katanya: "Dapatkah Anda memperlihatkan kepada ku bagaimana caranya Rasulullah saw. berwuduk?"

Jawab Abdullah, "Ya, tentu saja dapat!" Lalu dia menyuruh membawakan air, "! menuangkannya ke kedua belah tangannya, dan dia menyucinya dua kali. 

Sesudah itu dia berkumur-kumur, kemudian memasukkan air ke hidungnya tiga kali.
Sesudah itu dia menyuci muka tiga kali, menyuci kedua belah tangannya dua-dua kali sampai ke sikunya. 

Kemudian dia menyapu kepala dengan kedua belah tangannya, sekali ke muka dan sekali ke belakang, dimulainya dari sebelah muka sampai ke kuduknya, dan membalikkannya ke tempat ia memulai tadi. 

Sesudah itu ia menyuci kedua belah kakinya."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0131.

Tuesday, March 13, 2018

Wuduk Bersihkan Dosa

Selasa, 23 Jamadilakhir 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya, Rasulullah saw., bersabda: "Apabila seseorang muslim atau mukmin berwuduk, maka ketika dia mencuci muka hilanglah segala dosa matanya hanyut bersama air hingga titis yang penghabisan. 

Apabila dia mencuci tangan, maka hilang pulalah segala dosa yang diperbuat tangannya, hanyut bersama air hingga titis yang terakhir. 

Apabila dia mencuci kaki, hapus pulalah dosa-dosa yang dilakukan kakinya, hanyut bersama air hingga titis yang terakhir. 

Sehingga akhirnya dia bersih dari segala dosa."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0190.

Monday, March 12, 2018

Sujud Di Atas Tujuh Tulang

Isnin, 24 Jamadilakhir 1439H: Diceritakan oleh Ibnu Abbas r.a., katanya Nabi saw. pernah bersabda: "Aku disuruh sujud di atas tujuh tulang." 

Beliau memberi isyarat dengan tangan beliau ke hidungnya, kedua tangannya, dua lutut, hujung kedua kaki , hujung ibu jari kaki dan kami tidak mengikat kain dan rambut."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0445.

Friday, March 9, 2018

Makan Kambing

Jumaat, 21 Jamadilakhir 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi s.a.w. sabdanya: "Sekiranya saya dipanggil untuk makan paha kambing atau kakinya, tentulah saya perkenankan, dan sekiranya saya diberi hadiah paha kambing atau kakinya, tentulah saya terima".

Hadis Sahih Bukhari Jilid 3. Hadis Nombor 1209.

Thursday, March 8, 2018

Duduk Tasyahhud Dalam Solat

Khamis, 20 Jamadilakhir 1439H: Dari Amir bin Abdullah bin Zubair r.a., dari bapanya, katanya: "Apabila Rasulullah saw. duduk mendoa (tasyahhud dalam solat), diletakkannya tangan kanan atas paha kanan, tangan kiri atas paha kiri. Beliau menunjuk dengan telunjuk, meletakkan ibu jari di jari tengah, serta meletakkan tapak tangan kiri di atas lutut."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0537.

Wednesday, March 7, 2018

Manusia Tidak Pernah Puas

Rabu, 19 Jamadilakhir 1439H: Dari Anas bin Malik r.a., dari Rasulullah saw., sabdanya: "Andai kata anak Adam itu memiliki emas satu lembah, nescaya dia ingin memiliki satu lembah lagi. 
 
Tidak ada yang dapat mengisi penuh mulut (hawa nafsu)nya melainkan tanah (maut). 
 
Dan Allah menerima taubat siapa yang taubat kepada-Nya."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 1010.

Tuesday, March 6, 2018

Sifat Tawakal

Daripada Abu Hurairah RA, daripada Nabi SAW bersabda: "Akan masuk syurga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung." 

(Hadith riwayat Muslim, No.Hadith : 2840).

Pengajaran Hadith :

Setiap orang Mukmin hendaklah bertawakal kepada Allah SWT sebagaimana sifat seekor burung walaupun tidak diberikan akal tetapi ia tidak duduk diam sahaja disarangnya. Ia akan keluar untuk mencari rezeki dan pulang dengan perut yang penuh dengan makanan kerana yang memberi rezeki adalah Allah SWT.

Sifat tawakal akan terhasil apabila adanya sifat khauf (takut) hanya kepada Allah SWT yang disertai keyakinan yang jitu dalam setiap waktu dan keadaan kerana hakikat sebenar tawakal adalah dengan mengambil sebab-sebab dan usaha demi mencari rezeki.

Seseorang akan dimasukkan ke dalam syurga dengan sebab tawakalnya yang penuh dengan sifat keimanan dan khauf (takut) kepada Allah SWT.

Sumber rujukan :
1- Kitab Sahih Muslim
2- Kitab Syarh Sahih Muslim Li An-Nawawi.
3- Kitab Nuzhatul Muttaqqin Syarh Riyadus Salihin.

Monday, March 5, 2018

Dua Titisan Yang DiSukai Allah SWT

Daripada Abu Umamah RA, daripada Nabi SAW, baginda bersabda: "Tiada sesuatu perkara yang paling disukai oleh Allah melainkan dua titisan dan dua kesan. Titisan air mata yang menangis kerana takutkan kepada Allah SWT dan titisan darah yang tumpah pada jalan Allah. Adapun dua kesan yang Allah sukai adalah kesan pada jalan Allah dan kesan fardhu daripada kefardhuan Allah SWT." Abu Isa berkata : 

"Hadith ini hassan gharib." (Hadith riwayat at-TIrmizi, No. Hadith : 1669

Pengajaran Hadith :
1.Allah SWT amat menyukai akan amalan hamba-Nya yang dilakukan secara ikhlas semata-mata kerana-Nya dan semakin banyak susah payah yang dihadapi, maka semakin bertambahlah ganjaran pahala.
2.Antara amalan yang disukai oleh Allah SWT adalah dua titisan dan dua kesan. Antara dua titisan itu yang pertama adalah titisan air mata yang takut kepada Allah SWT terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan dan keduanya adalah titisan darah yang ditumpahkan demi berjuang untuk jalan Allah SWT.
3.Dua kesan yang pertamanya adalah kesan luka berjuang untuk jalan Allah SWT dan kedua adalah kesan dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga kita tergolong dalam golongan tersebut.

Sumber rujukan :
1- Kitab Jami' at-Tarmizi
2- Kitab Tuhfatul Ahwazi Bisyarhi Jami' at-Tirmizi Lil Mubarakfuri
3- Kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Masobih
4- Kitab Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyaadus Salihin Li an-Nawawi

Friday, February 23, 2018

Nadzar

Jumaat, 7 Jamadilakhir 1439H: Yahya bin Ayub, Qutaibah bin Sa'id, dan Ali bin Hujr menyampaikan kepada kami dari Ismail bin Ja'afar, dari Amr bin Abu Amr, dari Abdurrahman al-A'raj, dari Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda, 

"Sesungguhnya nadzar itu tidak dapat mendekatkan anak Adam dengan sesuatu yang belum Allah takdirkan untuknya. Akan tetapi nadzar akan tetap mengikuti takdir. Sehingga nadzar itu hanya akan menjadikan seseorang yang bakhil mengeluarkan apa yang (sebenarnya) dia tidak ingin mengeluarkannya.'"

(HR Shahih Muslim [4243] 7-(1640))

Monday, February 12, 2018

Beri Makan Orang Lapar, Ziarah Orang Sakit

Isnin, 26 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Musa al-'Asyaari r.a., Rasulullah saw. bersabda:  
 
"Beri makanlah orang yang lapar, kunjungilah orang yang sakit dan bebaskanlah orang yang tertawan dan menderita."
 
Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. Hadis Nombor 1630.

Thursday, February 8, 2018

Sedekahkan Kelebihan Harta Mu

Khamis, 22 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Umamah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : 

"Hai, anak Adam! Sesungguhnya jika engkau sedekahkan kelebihan harta mu, akan lebih baik bagi mu daripada jika engkau tahan-tahan (simpan). Yang malah akan berbahaya bagi mu. 

Dan engkau tidak akan dicela jika menyimpan sekadar untuk keperluan. 

Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yang menjadi tanggunganmu."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 0994.

Wednesday, February 7, 2018

Empat Macam Kebiasaan Jahiliyah

Rabu, 21 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Malik Al Asy'ari r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Ada empat macam kebiasaan jahiliyah terdapat di kalangan umat ku, yang belum ditinggalkan mereka :

(1) Membanggakan turunan,
(2) Mencela turunan orang lain,
(3) Mempercayai hujan turun disebabkan bintang-bintang,
(4) Meratapi mayat. Sabda beliau, "Jika wanita peratap itu tidak taubat sebelum dia mati, nanti di hari kiamat dia akan disuruh berdiri, lalu dipakaikan kepadanya celana terbuat dari minyak tar mendidih, dan baju berpenyakit kulit."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 0883

Tuesday, February 6, 2018

Jangan! Jangan!

Selasa, 20 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: 

"Janganlah kamu saling menjauhi (tidak bersapaan). Jangan saling tak acuh. Jangan saling mencari-cari cela masing-masing. 

Dan jangan sebahagian kamu menawar barang yang sedang ditawar orang lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara selaku hamba-hamba Allah."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2192.

Monday, February 5, 2018

Menutup Aib

Isnin, 19 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya:

"Orang yang menutup aib orang lain di dunia, nescaya Allah menutup aibnya pula kelak di hari kiamat."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2220.

Tuesday, January 30, 2018

Tangan Kanan

Selasa, 13 Jamadilawal 1439H: Dari Ibnu 'Umar r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda :

"Apabila kamu makan dan minum, makan dan minumlah dengan tangan kanan, kerana hanya syaitan yang makan minum dengan tangan kiri."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 1942.

Monday, January 29, 2018

Segera Pergi Ke Masjid

Isnin, 12 Jamadilawal 1439H: Berita dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabda beliau:

"Siapa yang segera pergi ke masjid, pagi atau petang! nescaya disediakan Allah tempat baginya di syurga setiap dia pergi pagi atau petang."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0378.

Friday, January 26, 2018

Siapa Penduduk Syurga & Neraka?

Jumaat, 9 Jamadilawal 1439H: Dari Haritsah bin Wahab r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Mahukah kamu sekalian ku beritahukan siapa penduduk syurga?" 
 
Jawab para sahabat, "Tentu, ya Rasulullah!" 
 
Sabda beliau, "Orang-orang daif bila dihina orang, lalu dia bersumpah dengan menyebut nama Allah (dan mendoa kepada-Nya), maka doanya sungguh diperkenankan Allah." 
 
Kemudian beliau bertanya pula, "Mahukah kamu ku beritahukan siapa penduduk neraka?" 
 
Jawab mereka, "Tentu!" Sabda beliau, "Setiap orang yang kasar, besar mulut, angkuh, mewah namun kikir dan sombong." 
 
Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2436.

Thursday, January 25, 2018

Apabila Ragu Dalam Solat

Khamis, 8 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : "Apabila kamu ragu dalam solat apakah baru tiga ataukah sudah empat rakaat, maka buanglah keraguan dan ambillah yang pasti (iaitu yang sedikit, dalam hal ini tiga). 

Kemudian sujudlah dua kali sebelum memberi salam. 

Jika ternyata dia solat lima rakaat, maka solatnya telah genap. Dan ternyata solatnya memang empat rakaat, maka kedua sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi syaitan."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0525.

Wednesday, January 24, 2018

Tidak Menghina Pemberian Allah

Rabu, 7 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda:

"Pandanglah kepada orang yang lebih rendah darimu, dan jangan pandang orang yang lebih tinggi. Itulah tembok yang kukuh supaya kamu tidak menghina pemberian Allah kepada mu."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2495.

Tuesday, January 23, 2018

Jangan Menganiaya Sesama Muslim

Selasa, 6 Jamadilawal 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Kerana itu janganlah menganiayanya, jangan membiarkannya teraniaya, dan jangan menghinanya.

"Taqwa tempatnya di sini! Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali.

"Alangkah besar dosanya menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah saudaranya sesama muslim. Haram merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan atau nama baiknya."

Monday, January 22, 2018

Para Saksi Allah Di Bumi

Isnin, 5 Jamadilawal 1439H: Dari Anas r.a., katanya: "Suatu perarakan jenazah lalu. Lantas orang banyak memuji bahawa itu jenazah orang baik. "Ya, pasti" ,kata Nabi saw. menyetujui.

Kemudian lalu pula perarakan jenazah yang lain. Orang banyak. "Berkata pula, "Mayat ini jahat." Kata Nabi saw., "Itu pasti."

Maka bertanya Umar bin Khattab, "Apakah yang pasti, ya, Rasulullah?"

Jawab Nabi, "Kamu katakan mayat, itu baik, maka ia pasti masuk syurga. Kamu katakan pula mayat si Anu jahat, pasti pula ia masuk neraka. Kamu semua adalah para saksi Allah di bumi."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 2. Hadis Nombor 0705.

Thursday, January 18, 2018

Solat Rasulullah SAW

Khamis, 1 Jamadil Awal 1439H : Dari Maimunah r.a., isteri Nabi saw., katanya: "Apabila Rasulullah saw. sujud, direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga kelihatan putih ketiaknya.

Dan apabila beliau duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal, beliau duduk tenang di atas pahanya yang kiri."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0448.

Wednesday, January 17, 2018

Saf Malaikat

Rabu, 29 Raibulakhir 1439H: Dari Jabir bin Samurah r.a., katanya: "Rasulullah saw. mendatangi kami lalu beliau bersabda:

"Apa sebabnya anda mengangkat kedua tangan anda (dalam solat), sehingga ku lihat bagaikan ekor kuda liar?

Bersikap tenanglah dalam solat!"

Kemudian beliau mendatangi kami pula, dan melihat kami berkelompok-kelompok. Lalu beliau bersabda: "Mengapa ku lihat anda berpisah-pisah?"

Kemudian beliau mendatangi kami pula lalu bersabda: "Mengapa anda tidak membuat saf (berbaris) seperti saf malaikat di hadapan Tuhannya?"

Tanya kami, "Bagaimana caranya saf malaikat di hadapan Tuhannya?"

Jawab beliau, "Mereka penuhi lebih dahulu saf pertama, dan mereka rapatkan barisan mereka."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0383.


Tuesday, January 16, 2018

Seandainya Kamu Berkuasa

Selasa, 28 Rabiulakhir 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Bacalah (Quran): 'Seandainya kamu berkuasa, apakah kamu akan membuat kerosakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (kasih sayang)?

Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Quran, ataukah hati mereka telah terkunci?" (Muhammad, 47: 22-24)

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2184.

Friday, January 12, 2018

Berbagai Cara Bersedekah

Jumaat, 24 Rabiulakhir 1439H: Dari Abu Dzar r.a., katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. pernah berkata kepada beliau, "Kaum hartawan dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka solat seperti solat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." 

Jawab Nabi saw., "Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara untuk kamu bersedekah?
Setiap kalimah tasbih adalah sedekah; setiap kalimah takbir adalah sedekah; setiap kalimah tahmid adalah sedekah; setiap kalimah tahlil adalah sedekah; amar ma'ruf dan nahyi munkar (mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah; bahkan pada kemaluanmu pun terdapat pula unsur sedekah."

Tanya mereka, "(Kalau begitu), dapat pahalakah kami bila kami memuaskan nafsu syahwat kami?" 

Jawab Rasulullah saw., "Kalau kamu melakukannya dengan yang haram, tentu kamu berdosa. Sebaliknya bila kamu lakukan dengan yang halal, kamu dapat pahala."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 0959.

Thursday, January 11, 2018

Bersedekah Yang Besar Pahalanya

Khamis, 23 Rabiulakhir 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw., lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Sedekah bagaimanakah yang besar pahalanya?" 

Jawab Rasulullah saw., "Sedekah ketika anda sedang sihat, ketika anda sedang kikir, takut miskin, ketika anda sedang mengharap-harap akan menjadi seorang hartawan yang kaya-raya; maka pada saat-saat seperti itu janganlah anda lalai, bersedekahlah. 

Dan janganlah ditangguhkan sehingganya nyawa anda telah sampai di tenggorokan, barulah anda bahagi-bahagikan sedekah anda, ini untuk si Fulan, ini untuk si Fulan.

Dan ingatlah, sesungguhnya harta itu memang untuk si Fulan."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 0990.

Tuesday, January 9, 2018

Bersedekah Tiap-Tiap Hari

Selasa,21 Rabiulakhir 1439H; Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : "Setiap anggota tubuh manusia mempunyai kesempatan untuk bersedekah tiap-tiap hari iaitu, 

"Mendamaikan dua orang yang berselisih, adalah sedekah. 

Menolong orang naik kenderaan, atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kenderaan, itu pun sedekah. 

Ucapan atau tutur kata yang baik, juga sedekah. 

Setiap langkah yang anda langkahkan pergi solat, sedekah. 

Dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum, adalah sedekah."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 0962

Monday, January 8, 2018

Membaca Sepertiga Al Quran

Isnin, 20 Rabiulakhir 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : "Berkumpullah kamu semuanya! Kerana aku akan membacakan kepada mu sepertiga Al Quran."

Maka berkumpullah kami mana yang sempat berkumpul, kemudian Nabi saw. keluar, lalu dibacanya: "Qul huwallahu ahad." (Surat Al Ikhlas)," sesudah itu beliau masuk kembali.

Kerana itu kami saling berkata satu sama lain, "Aku mengira, mungkin wahyu sedang turun dari langit. Kerana itu Nabi saw. masuk kembali kekamarnya."

Tak berapa lama kemudian Nabi saw. keluar pula sambil berkata, "Tadi aku berjanji akan membacakan sepertiga Al Quran kepada anda sekalian. Ketahuilah, bahawa sesungguhnya "Qul huwallahu ahad " itu sama nilainya dengan sepertiga Al Quran."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. Hadis Nombor 0778.

Friday, January 5, 2018

Tiupkan Surah-Surah Mu'awwidzaat

Jumaat, 17 Rabiulakhir 1439H: Dari ' Aisyah ra. katanya: Apabila salah seorang isteri Rasulullah saw. sakit beliau tiupkan kepadanya surat-surat Mu'awwidzaat. (iaitu surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas).

Maka tatkala beliau sakit hampir meninggal ku tiupkan pula kepadanya dan ku sapukan tangannya ke tubuhnya, kerana tangan beliau lebih besar barakahnya daripada tangan ku."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2053.

Thursday, January 4, 2018

Nafkah Ikhlas Kepada Keluarga

Khamis, 16 Rabiulakhir 1439H: Dari Abu Mas'ud r.a., katanya Nabi saw., bersabda: "Apabila seorang laki-laki memberikan nafkah kepada keluarganya dengan ikhlas, maka (pahala) nafkah itu sama dengan (pahala) sedekah." 
 
Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0045.

Wednesday, January 3, 2018

Syafaat Kerana Benar-Benar Ikhlas

Rabu, 15 Rabiulakhir 1439H: Dari Abu Hurairah r.a., katanya ada orang bertanya kepada Rasullullah saw., "Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaat (pertolongan) anda di hari kiamat!" 

Jawab Rasulullah, "Saya kira, hai Abu Hurairah, belum ada orang bertanya perkara ini kepada ku sebelum ini. Mungkin barangkali kerana saya lihat engkau sangat rakus mendapatkan hadis. Orang yang paling beruntung mendapat pertolonganku hari kiamat, ialah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah, benar-benar ikhlas dari hati sanubari dan seluruh jiwanya."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0075.